PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali mengerahkan KMP Ile Ape untuk memobilisasi bantuan kemanusiaan menuju Palue, Kabupaten Sikka, Jumat (21/8/2026). foto ASDP

JAKARTA – Di tengah proses pemulihan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa, dukungan tidak hanya dibutuhkan dalam bentuk bantuan, tetapi juga akses yang memungkinkan bantuan tersebut tiba di wilayah terdampak. 

Menjawab kebutuhan tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali mengerahkan KMP Ile Ape untuk memobilisasi bantuan kemanusiaan menuju Palue, Kabupaten Sikka, Jumat (21/8/2026).

Berangkat dari Pelabuhan Kewapante, Maumere, pukul 11.50 WITA, KMP Ile Ape membawa 74 penumpang, sejumlah kendaraan, serta sekitar 5 ton barang curah. Kapal diperkirakan tiba di Palue pada pukul 17.30 WITA untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat proses penanganan pascabencana.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa manajemen memberikan dukungan penuh terhadap proses pemulihan masyarakat NTT. Menurutnya, konektivitas penyeberangan memiliki peran penting ketika akses menuju wilayah terdampak menjadi bagian dari tantangan pemulihan.

“Dalam situasi seperti ini, tugas kami bukan hanya memastikan kapal berlayar, tetapi memastikan konektivitas dapat digunakan untuk membantu masyarakat,” ujarnya.

“Kami ingin kapal ASDP menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengantarkan bantuan, relawan, peralatan, dan kebutuhan dasar kepada mereka yang membutuhkan. Karena itu, kami terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat,” imbuh Heru.

Dalam pelayaran kali ini, KMP Ile Ape mengangkut 3 unit kendaraan Golongan II R-2, 1 unit kendaraan Golongan IV B, 3 unit kendaraan Golongan V B, serta sekitar 5 ton barang curah. 

Bantuan yang dimobilisasi meliputi makanan, air minum, obat-obatan dan perlengkapan medis, pakaian, selimut, tenda, perlengkapan tidur, popok dan kebutuhan bayi.

ASDP juga mendukung mobilisasi kendaraan maupun alat berat, termasuk ekskavator, sepanjang memenuhi ketentuan keselamatan dan operasional pelayaran.