Para peserta Indonesia Summer Cooking Experience diajak praktik langsung membuat empat makanan Indonesia, yaitu sate kambing, cireng, otak-otak, dan bolu gula aren. (foto ist)

 

Amsterdam – Kelas masak di Belanda yang diadakan Kementerian Perdagangan RI, yaitu Indonesia Summer Cooking Experience, disambut baik masyarakat Negeri Kincir Angin. 

Kegiatan yang digelar di Ron Gastro Bar, Amsterdam pada Kamis, (25/6) ini diikuti pelaku usaha kuliner di Belanda, importir produk Indonesia, distributor bumbu masak, serta perwakilan Warung Barokah di Amsterdam dan Toko Kalimantan di Zaandam, Belanda.

Indonesia Summer Cooking Experience ada di bawah payung program besar Rasa Rempah Indonesia (S’RASA). Program S’RASA merupakan gerakan promosi produk kuliner global yang menyajikan makanan dengan menghadirkan identitas, cerita, dan warisan budaya Indonesia melalui restoran Indonesia di berbagai negara. 

Acara ini dirancang sebagai sarana business engagement yang mengombinasikan hands on cooking experience, shared dining, pengenalan produk, dan jejaring bisnis untuk meningkatkan eksposur produk makanan dan minuman Indonesia kepada pelaku usaha di Belanda.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, berharap program ini dapat mengajak pelaku usaha kuliner mancanegara untuk semakin mengenal makanan Indonesia. 

“Ketika pelaku usaha kuliner internasional mengenal dan menggunakan bahan baku Indonesia dalam produk kuliner yang dihidangkan, kita sedang membuka jalan bagi produk makanan, minuman, bumbu, dan rempah Indonesia untuk masuk ke pasar global,” kata Puntodewi.

Indonesia Summer Cooking Experience dibuka Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, Laurentius Amrih Jinangkung. Setelah pembukaan, para peserta Indonesia Summer Cooking Experience diajak praktik langsung membuat empat makanan Indonesia, yaitu sate kambing, cireng, otak-otak, dan bolu gula aren. 

Pengalaman ini memberikan kesempatan kepada mereka untuk mencicipi cita rasa autentik produk pangan Nusantara.

“Kami berharap kelas memasak hari ini dapat menginspirasi kemitraan baru, mendorong apresiasi yang lebih besar terhadap produk-produk pangan Indonesia di kancah global melalui diplomasi kuliner,” sebut Laurentius.

Indonesia Summer Cooking Experience digelar di Ron Gasto Bar karena restoran ini menyajikan berbagai hidangan autentik Indonesia dengan sentuhan modern. 

Ajang ini juga mempromosikan produk Kecap Bango, Gula Aren PT Mahorahora Bumi Nusantara, dan Kopi Kapal Api yang akan tersedia di pasar Belanda melalui importir setempat.

Salah satu peserta Indonesia Summer Cooking Experience, pendiri (founder) Lakeside BV Oswin Beingsick, menilai kegiatan ini dapat menjadi jalan masuk impor produk pangan Indonesia ke pasar Belanda. 

“Melalui Indonesia Summer Cooking Experience, kami dapat membangun jejaring dengan para pelaku usaha Indonesia dan mengenal lebih dekat kualitas produk pangan yang ditawarkan. Saya melihat peluang yang sangat baik untuk memperluas impor produk pangan Indonesia ke pasar Belanda,” ujarnya.