foto ist 

TANGERANG – Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong perluasan akses pasar global bagi produk halal Indonesia guna mengoptimalkan potensi industri halal nasional yang terus berkembang. 

Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kontribusi produk halal Indonesia di pasar internasional.

Hal tersebut disampaikan Wamendag Roro saat menutup International Halal Brands and Food Expo.(IHBF) 2026 di Hall 8 Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (31/5/2026).

Turut mendampingi Wamendag Roro yaitu Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Bayu Nugroho.

“Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini, Indonesia harus menjadi negara yang tangguh (resilient). Oleh karena itu, Kemendag terus berupaya membuka akses pasar melalui kerja sama dan perjanjian dagang dengan berbagai negara agar peluang ekspor bagi pelaku usaha Indonesia makin luas,” ujar Wamendag Roro.

Menurut Wamendag Roro, pemerintah terus mendorong pembukaan pasar baru di berbagai kawasan potensial, seperti Amerika Latin, Afrika, Amerika Utara, dan kawasan lainnya. 

Berdasarkan data Kemendag, ekspor produk halal Indonesia pada periode Januari—Maret 2026 mencapai USD 15,64 miliar atau meningkat 2,52 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. 

Adapun struktur ekspor produk halal Indonesia masih didominasi oleh kelapa sawit dan turunannya senilai USD 34,16 miliar, diikuti produk fesyen Muslim sebesar USD 8,67 miliar, serta bahan kimia untuk kosmetik halal yang mencapai USD 5,46 miliar.

Sementara itu, negara tujuan utama ekspor produk halal Indonesia antara lain Tiongkok dengan nilai USD 10,73 miliar dan Amerika Serikat (AS) sebesar USD 10,16 miliar. Berikutnya, India senilai USD 5,07 miliar, dan Malaysia yang mencapai USD 3,21 miliar.

Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang UMKM Kadin Indonesia sekaligus Ketua Pelaksana IHBF Expo 2026 Rifda Ammarina mengatakan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam industri halal global. 

Namun, peluang tersebut perlu didukung dengan penguatan promosi, peningkatan jumlah produk bersertifikat halal, serta sinergi antarpemangku kepentingan.