Dirut Sido Muncul selaku Penggagas Kompendium dan Portal Digital Sido HerbalPedia, Dr. (H.C) Irwan Hidayat didampingi Direktur Marketing, Maria Hidayat dan beberapa tokoh yang terlibat dalam tim penyusunan platform digital inovatif memperkenalkan Sido HerbalPedia dan asisten virtual cerdas SiHerbie

JAKARTA – Di tengah derasnya arus informasi kesehatan, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam masyarakat secara cerdas dan bertanggung jawab.

Melalui peluncuran platform Sido HerbalPedia dan asisten virtual cerdas SiHerbie, yang merupakan inovasi platform digital sebagai Pusat Informasi Herbal dan Kesehatan, raksasa industri jamu dan obat herbal ini berupaya menyediakan sumber referensi terpercaya yang menggabungkan kearifan lokal dengan inovasi teknologi digital. 

Langkah ini diharapkan dapat menjadi kompas dan panduan bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan kekayaan herbal Indonesia secara saintifik.

Direktur Utama Sido Muncul selaku Penggagas Kompendium dan Portal Digital Sido HerbalPedia, Dr. (H.C) Irwan Hidayat mengatakan kehadiran platform ini bukan sekadar inovasi digital belaka.

Akan tetapi menjadi upaya dan niat baik bagi Sido Muncul untuk memberikan layanan edukasi kepada masyarakat luas agar lebih memahami manfaat herbal secara tepat dan akurat. 

“Tujuan kami sederhana saja, mendidik masyarakat supaya mengerti bahwa produk herbal itu sebenarnya sudah ada uji klinisnya. Jadi bukan sekadar dipergunakan secara empiris,” ujar Irwan Hidayat saat peluncuran Sido HerbalPedia dan SiHerbie di House of Jamu, Cipete Jakarta, Kamis (23/4/2025).

Peluncuran inovasi paling anyar dari Sido Muncul ini merupakan awal mula rangkaian acara 75 tahun Sido Muncul sekaligus merayakan hari jadi sulung dari 5 bersaudara generasi ketiga Sido Muncul (Irwan Hidayat, Jonatha Sofjan Hidajat, Johan Hidayat, Sandra Hidayat, dan David Hidayat) yang kini memasuki usia 79 tahun, pada 23 April 2026.

Mensyukuri kebahagiaan sulung dari pasangan mendiang Jahja dan Desy Hidayat tersebut, juga turut hadir Sinta Hidayat (istri Irwan Hidayat), Sandra Hidayat dan suami, Sigit Hartojo Hadi Santoso yang juga Komisaris Sido Muncul dan Komisaris Independen: Moh Adib Khumaidi.

Di jajaran Board of Director (BoD) antara lain Direktur Marketing Maria Reviani Hidayat dan Direktur Keuangan Budiyanto serta keluarga besar Irwan Hidayat. 

Turut hadir tim penyusun Sido HerbalPedia yakni Guru Besar Unnes, Prof Fathur Rokhman, dr Neni (peneliti Undip) serta kepala pabrik dan apoteker senior Sido Muncul, Wahyu Widayani. 

Irwan menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami secara utuh manfaat dan penggunaan herbal yang tepat. 

Untuk itu, dengan sebuah inisiatif yang berfokus pada penyediaan informasi kesehatan yang lebih luas, terpercaya, dan holistik, kita hadirkan Sido HerbalPedia sebagai sumber informasi yang mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari. 

“Kami ingin masyarakat tahu dan lebih paham. Kalau sakit apa maka rekomendasinya apa. Bahkan tidak hanya itu, mereka juga bisa mendapatkan informasi tambahan tentang gaya hidup sehat,” jelasnya. 

“Dengan masyarakat tambah pintar maka kualitas.kesehatan masyarakat semakin meningkat. Rakyat lebih sehat dan bahagia dapat terwujud lebih banyak lagi,” imbuh Irwan. 

Tujuan yang dicita-citakan, Irwan sejatinya sederhana saja, mendidik masyarakat supaya mengerti bahwa produk herbal itu sebenarnya sudah ada uji klinisnya. 

“Jadi bukan sekadar dipergunakan secara empiris,” kata Irwan.

Dirut Sido Muncul Irwan Hidayat didampingi Direktur Marketing Maria Hidayat menyerahkan buku kompendium sumber referensi terpercaya tentang obat herbal yang diharapkan dapat menjadi kompas dan panduan bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan kekayaan herbal Indonesia secara saintifik (foto ist)

Upaya Sido Muncul seakan memvalidasi pemikiran Hippocrates, bapak kedokteran dunia. 

Hippocrates pernah memperkenalkan konsep Vis Medicatrix Naturae atau kekuatan penyembuh alam. 

Konsep ini meyakini tubuh manusia memiliki kemampuan bawaan untuk memulihkan diri. Sedangkan tanaman atau obat herbal berfungsi sebagai fasilitator penyelarasan energi tersebut. 

Filsuf medis Paracelsus juga menegaskan bahwa alam adalah apotek semesta yang menyediakan penawar bagi setiap penyakit. 

Maka tidak keliru jika sociopreneur ini meyakini bahwa sejatinya dokter terbaik baik adalah diri kita sendiri. Dan obat yang terbaik adalah yang berasal dari alam. 

Sido HerbalPedia mewujudkan pemikiran filosofis ini ke ruang digital. Sebuah langkah pembuktian bahwa kesehatan berkelanjutan dicapai melalui sinergi sains modern dan kearifan alami.

 

Akses Informasi Kesehatan secara ilmiah

Doktor Kehormatan dari Universitas Negeri Semarang ini membeberkan platform yang baru dibidani skuad yang dipimpinnya tersebut dapat menjadi rujukan utama bagi siapa saja yang ingin mendapatkan akses informasi kesehatan secara ilmiah dan mudah dipahami. 

“Dengan memahami latar belakang ilmiah di balik setiap tanaman herbal, masyarakat diharapkan dapat mengintegrasikan dan memanfaatkan potensi obat herbal ke dalam gaya hidup modern secara aman dan efektif,” terang Irwan.

Melalui Sido HerbalPedia, masyarakat dapat mengakses dan menemukan berbagai informasi terkait tanaman herbal melalui tiga fitur utama, mulai dari Literatur Herbal (menyajikan informasi lengkap terkait tanaman obat, mulai dari profil tanaman, manfaat kesehatan, hingga kajian ilmiah yang mendukung khasiatnya) 

Lalu ada Holistic Health Care yakni edukasi hidup sehat dari ahlinya, yang membantu publik memahami akar dari kondisi kesehatan yang dialami. Sekaligus menemukan cara hidup yang lebih holistik, sehat, dan bahagia dengan dukungan herbal yang tepat dan terpercaya. 

Dan yang menarik dari inovasi ini karena adanya SiHerbie – Your Smart Herbal Assistant, menjadi rekomendasi herbal dan produk herbal alami yang telah terstandarisasi, halal, dan diproduksi secara higienis untuk membantu menjaga kesehatan dan keseimbangan tubuh. 

Informasi tersebut disajikan secara ringkas dan mudah dipahami agar masyarakat dapat mengenal potensi tanaman atau obat herbal dengan lebih baik dan bijak untuk mendukung kesehatan sehari-hari.

“Dengan adanya peluncuran Sido HerbalPedia ini, Sido Muncul berharap dapat memperkuat posisi obat herbal sebagai warisan nusantara yang tidak hanya bernilai tradisional. Tetapi juga unggul dan diakui secara ilmiah,” terang Irwan. 

 

Saran dan Masukan Pakar

Irwan mengaku sebelum meluncurkan Sido HerbalPedia, dirinya juga meminta saran dari beberapa pakar di bidangnya. 

“Saya juga minta saran-saran ke beberapa ahlinya. Ada yang membantu mengedit, yakni Prof Fathur yang sekarang Direktur Pasca Sarjana Unnes. Saya juga minta tolong Pak Lucky dan Kemenkum Kita tanyakan, portal herbal ini melanggar hukum apa tidak,” ungkapnya. 

Intinya, kata Irwan, pihaknya mencari cara yang tujuannya adalah baik untuk kebermanfaatan masyarakat. 

Harapannya supaya Indonesia bisa mandiri dan berdaulat dengan berkat Tuhan karena kekayaan obat tradisional dan obat herbal. 

“Yang Sido Muncul lakukan bukan satu-satunya di Republik ini. Yang kami lakukan adalah salah satu bagian dari semua upaya yang dilakukan pemerintah. Para pengusaha jamu dan semua pengusaha yang lain, saya yakin ikut membantu,” imbuh Irwan.

Irwan bercerita bahwa saat menghadirkan Sido HerbalPedia karena berangkat dari kegelisahan pribadi terhadap posisi jamu yang semakin terpinggirkan di tengah dominasi obat modern.

Menurutnya, sebelum berkembangnya farmasi modern, manusia sangat bergantung pada bahan alam untuk pengobatan. Namun sejak ditemukannya metode isolasi senyawa aktif dari tanaman pada akhir abad ke-19, pendekatan pengobatan mulai bergeser.

“Dulu semua menggunakan bahan alam. Tapi sejak ditemukan senyawa aktif dari tanaman seperti salisin dari Pohon Willow yang kemudian menjadi aspirin. Maka dunia mulai terfokus pada isolasi dan sintesis,” jelas Irwan.

Sejak saat itu, lanjutnya, ramuan tradisional seperti kunyit, temulawak, dan berbagai tanaman obat herbal lain perlahan-lahan ditinggalkan. Bahkan minim penelitian lanjutan. 

Berangkat dari kondisi tersebut, Irwan memilih pendekatan yang berbeda. Alih-alih memulai riset dari nol, dirinya dan tim mengumpulkan berbagai hasil penelitian yang telah tersebar di jurnal ilmiah.

“Sebenarnya riset tentang tanaman obat itu sudah banyak sekali. Tinggal bagaimana kita mengumpulkan, merangkum, dan menyajikannya dengan gamblang, dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dimengerti dan dipahami masyarakat,” jelasnya.

Hasil dari proses tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk buku, hingga akhirnya dikembangkan menjadi platform digital Sido HerbalPedia.

“Melalui portal ini, masyarakat dapat mencari informasi berdasarkan jenis penyakit. Lalu menemukan rekomendasi bahan herbal yang relevan,” terangnya. 

Sedangkan informasi yang disajikan tidak hanya sebatas manfaat. Akan tetapi juga mencakup uji klinis, uji toksisitas, hingga mekanisme kerja. 

Dengan pendekatan ini, Irwan berharap masyarakat bisa lebih mandiri dalam memahami pilihan pengobatan, khususnya yang berbasis bahan alam. 

Irwan tetap berharap obat herbal akan banyak diteliti karena jamak manfaatnya.

“Ramuan obat-obat dari Pohon Wiluk, temulawak, kemudian kina dan lainnya itu ditinggalkan. Ditinggalkan itu maksudnya tidak diteliti. Sehingga berkembang sekali obat farmasi yang sekarang ini ada. Nah, saya itu kepikiran, coba bisa nggak sih, untuk bagaimana supaya tanaman ini bisa dimanfaatkan dengan baik,” ceritanya. 

Dari sini, munculah ide genuine Irwan, yaitu ide untuk mengumpulkan berbagai risetnya.

“Kalau dibaca jurnal-jurnal, itu risetnya banyak sekali. Tentang kunyit, tentang semua tanaman obat itu ada risetnya. Maka saya melakukan riset yang berbasis kepada literatur. Lalu jadilah produk dari Sido Muncul ini. Makanya saya buat buku SidoHerbalPedoa sekarang. Dan saya perkenalkan kepada teman-teman media dan khalayak. Saya berharap dari literasi ini, kita sebagai pelalu dan fasih di obat-obat alam ini langsung bisa mengedukasi masyarakat,” bebernya. 

Guru Besar Universitas Negeri Semarang sekaligus salah satu tim penyusun Sido HerbalPedia, Prof. Dr. Fathur Rokhman, menilai platform Sido HerbalPedia memiliki kekuatan pada validasi ilmiah dan nilai edukasi yang kuat bagi masyarakat karena telah melalui proses kajian ilmiah ketat.

“Seluruh informasi disusun berdasarkan literature review dengan mengacu pada jurnal-jurnal bereputasi internasional,” terang Prof Fathur. 

Dia menyebut pihaknya telah mengecek satu per satu referensi yang digunakan. Hasilnya seluruh jurnal yang disitasi dalam daftar pustaka dinyatakan valid secara ilmiah.

Prof Fathur menyatakan platform Sido HerbalPedia memiliki nilai manfaat tinggi. Salah satunya adalah informasi yang akurat karena diambil dari literature kredibel karena mengacu pada jurnal yang disitasi dalam daftar bukti akademi yang memiliki data valid. 

Selain itu juga dari aspek edukasi , gagasan ini tentu luar biasa karena memberikan informasi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. 

Portal ini menurut Prof Fathur diyakini akan menjadi sumber informasi nyata bahwa industri pengobatan. Pasalnya bisa memadukan dua konsep besar yakni prinsip bisa melalui jalan kimia dan juga bisa melalui jalan herbal.

Sementara itu Komisaris Independen SiDO, Dr.dr. Moh. Adib Khumaidi, menambahkan keberadaan platform gagasan Irwan Hidayat ini bisa menjadi warisan dari Indonesia ke dunia.  

Adib menyebut dengan informasi yang lebih akurat dan terverifikasi secara ilmiah, persepsi banyak orang tentang jamu yang kerap dipandang hanya sebagai pengobatan tradisional tanpa dasar ilmiah dan dipertanggungjawabkan secara keilmuan, dengan sendirinya akan terpatahkan. 

“Portal Sido HerbalPedia akan memberikan perubahan mindset masyarakat saat menuju pola pikir berbasis sains dan klinis,” terang eks Ketua Umum PB IDI ini. 

Sementara Direktur Pemasaran Sido Muncul Maria Hidayat, menambahkan portal Sido HerbalPedia juga mengemas informasi herbal dengan lebih modern dan berbasis bukti ilmiah, sehingga akan meningkatkan kepercayaan masyarakat pada pengobatan herbal yang berbasis tanaman obat. 

“Misalnya soal kunyit, masyarakat bisa mengolah sendiri. Melalui portal ini, tanaman ini bisa dijelaskan juga aspek dosisnya. Kalau berlebihan bisa berbahaya, tapi kalau tepat justru bermanfaat,” ungkapnya. 

Maria Hidayat menambahkan Sido HerbalPedia tidak hanya hadir sebagai platform digital ansich. 

Akan tetapi juga akan terintegrasi dengan berbagai produk Sido Muncul melalui informasi pada kemasan.

Langkah ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk mengakses pengetahuan yang akurat dan kredibel. Sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup sehat berbasis bahan alam.

“Dengan pendekatan ilmiah, teknologi, dan layanan kesehatan holistik, Sido HerbalPedia diharapkan menjadi rujukan utama masyarakat dalam memahami herbal secara lebih komprehensif. Dan bukan sekadar tren semata, melainkan bagian dari solusi kesehatan berkelanjutan,” pungkas putri sulung pasangan Irwan Hidayat dan Shinta Hidayat ini.