Rangkaian Kartini BISA Fest diselenggarakan pada 20–24 April 2026, di Jakarta. (foto ist)
JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menghadirkan rangkaian Kartini BISA Fest yang diselenggarakan pada 20–24 April 2026, di Jakarta.
Mengusung tajuk Berdaya dengan Teknologi, program ini menjadi wujud nyata komitmen Telkom dalam menjadikan teknologi sebagai solusi yang berdampak bagi masyarakat. Khususnya untuk mendorong perempuan agar semakin berdaya, produktif, dan siap mengambil peran strategis di era digital.
Telkom memaknai kembali filosofi “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang diwariskan R.A. Kartini, di mana teknologi hadir sebagai pelita yang tidak hanya menerangi, tetapi juga memberdayakan.
Melalui Kartini BISA Fest, Telkom menghadirkan pemberdayaan perempuan melalui pendekatan menyeluruh, khususnya dalam mendorong perempuan sebagai penggerak digital UMKM.
Selain mendorong pemberdayaan perempuan dari sisi ekonomi, Telkom turut memberikan perhatian besar terhadap keamanan digital, khususnya bagi generasi muda.
Melalui edukasi keamanan digital yang dihadiri 350 peserta, terdiri dari 50 siswi SMP secara offline serta 250 siswi dan guru secara online dari berbagai daerah, Telkom mengangkat pentingnya menciptakan ruang digital yang aman dan bebas dari perundungan.
Pada sesi talkshow di Kartini BISA Fest, OVP Cybersecurity Telkom Elysabeth Damayanti, menyampaikan langkah antisipatif terhadap berbagai risiko teknologi, termasuk perundungan berbasis digital yang kian marak terjadi pada perempuan.
Peserta talkshow juga dibekali pemahaman praktis mengenai etika berinteraksi di ruang digital, perlindungan data pribadi, serta keberanian untuk bersikap dan melindungi diri.
“Ruang digital harus menjadi tempat yang aman untuk belajar, bertumbuh, dan berekspresi. Karena itu, penting bagi generasi muda perempuan untuk memiliki kesadaran sejak dini dalam menjaga data pribadi, memahami etika bermedia sosial, serta berani bersikap kritis terhadap berbagai ancaman digital,” ujar Elysabeth.
“Dengan literasi yang tepat, perempuan tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga melindungi diri dan sesamanya di dunia siber,” imbuhnya.
Telkom juga mendorong kapabilitas digital melalui pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), yang memungkinkan pelaku UMKM perempuan menciptakan konten promosi hingga membangun webstore secara lebih praktis dan efektif.
Melalui workshop generative AI, peserta dibekali kemampuan untuk menghasilkan hingga 100 konten digital berbasis AI guna mendukung pemasaran di media sosial.
