foto ist 

JAKARTA – Sebanyak enam produk pangan UMKM terpilih kini resmi hadir untuk mengisi etalase kuliner kereta api. 

Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau langsung kehadiran produk lokal ini di dalam gerbong kereta api Argo Sindoro tujuan Semarang Tawang, pada Selasa sore (24/2), di Stasiun Gambir, Jakarta. 

Keenam produk UMKM pangan yang masuk ke jaringan bisnis PT Kereta Api Indonesia (KAI) merupakan hasil kurasi ketat terhadap 50 produk unggulan. 

Proses seleksi dilakukan melalui penjajakan bisnis (business matching) yang difasilitasi oleh Kementerian Perdagangan pada 30 September 2025.

“Hari ini kami meluncurkan produk-produk UMKM yang sekarang sudah tersedia di layanan kereta api. Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan PT KAI dan PT KAI Services, dan Kementerian Perhubungan, untuk memfasilitasi produk-produk UMKM kita (masuk kereta api),” ujar Mendag Busan.

Keenam produk tersebut, yaitu Pempek Crunchy, Kulit Ayam Crispy, Tahu Walik, Keripik Singkong Panggang, Stik Keju Ulir, dan Minuman Jahe Rempah. 

Seluruh produk telah melalui proses kurasi dan pembinaan yang mencakup kualitas produk, kemasan, keamanan pangan, hingga kesesuaian dengan standar layanan transportasi publik. 

Kehadiran produk-produk ini membuktikan kemampuan UMKM dalam menembus captive market, seperti ekosistem stasiun dan layanan di atas kereta api. 

“Saat ini kita memiliki 15 jalur kereta intercity, dengan volume penumpang mencapai 51 juta orang per tahun dan merupakan potensi pasar yang cukup besar. Peningkatan penumpang juga terjadi pada momen Lebaran seiring 

kenaikan mobilitas akibat arus mudik. Kemendag akan terus membantu agar produk UMKM kita semakin dikenal masyarakat, salah satunya dengan menyasar para penumpang kereta api,” papar Mendag Busan.

Kementerian Perdagangan memfasilitasi enam produk mamin UMKM untuk masuk ke jaringan bisnis anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero), yakni PT Reska Multi Usaha atau KAI Services. 

Empat dari keenam produk tersebut kini tersedia di kereta restorasi pada 15 Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) seperti Argo Bromo Anggrek, Gajayana, Jayabaya, dan Majapahit.

Selain di dalam kereta, dua produk lainnya dipasarkan di empat Loko Café, yakni Loko Café di Stasiun Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Halim, Loko Café di Stasiun Tugu, Loko Café Bandung, dan Loko Café Malioboro.

Sementara itu Menhub Dudy mengapresiasi masuknya produk UMKM pada layanan kereta. Ia berharap, produk-produk UMKM bisa dipasarkan lebih luas lagi, tidak hanya di kereta api, tetapi juga di lebih banyak sarana transportasi. 

“Kami berharap produk-produk UMKM juga dapat dipasarkan di moda transportasi lain, seperti bus, kapal kemudian juga di berbagai stasiun, pelabuhan, hingga bandara,” ujar Menhub Dudy.