JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan masa Angkutan Lebaran 2026 berlangsung pada 11 Maret hingga 1 April 2026. Dalam periode tersebut, KAI menghadirkan layanan terintegrasi guna mendukung mobilitas masyarakat pada arus mudik dan arus balik Idulfitri.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa seluruh tanggal keberangkatan pada periode Angkutan Lebaran telah tersedia dan dapat dipesan oleh masyarakat sejak 15 Februari 2026 kemarin.

“Hingga saat ini, baik tiket kereta reguler maupun tambahan sudah dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI dan kanal resmi lainnya. Kami mengimbau masyarakat segera merencanakan perjalanan agar dapat memilih jadwal dan relasi sesuai kebutuhan,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

Hingga 16 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, penjualan tiket untuk keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026 telah mencapai 1.398.369 tiket. 

Ketersediaan tempat duduk pada berbagai relasi dan tanggal masih dapat dimanfaatkan pelanggan, dengan angka penjualan yang terus bergerak dinamis.

Pemerintah juga memberikan insentif tarif sebesar 30 persen untuk perjalanan pada 14 hingga 29 Maret 2026 sebagai bagian dari strategi menjaga daya beli masyarakat serta mendukung keterkelolaan mobilitas nasional. 

Menindaklanjuti kebijakan tersebut, KAI melaksanakan penugasan Angkutan Idulfitri 2026 dengan fokus pada kesiapan sarana, kelancaran operasional, dan pelayanan pelanggan.

KAI mengajak masyarakat melakukan pembelian melalui kanal resmi, yaitu aplikasi Access by KAI, situs kai.id, serta mitra penjualan resmi yang bekerja sama dengan perusahaan, guna memastikan keamanan transaksi dan kemudahan layanan.

“Momentum akhir pekan ini dapat dimanfaatkan untuk berdiskusi bersama keluarga, menentukan tanggal terbaik, serta memilih rute perjalanan yang paling sesuai. Dengan perencanaan lebih awal, perjalanan Lebaran 2026 dapat dijalani dengan tenang, aman dan nyaman,” pungkas Anne.