Lazada prediksi era baru belanja online 2026, konsumen semakin utamakan kualitas dan kepercayaan secara keseluruhan (ilustrasi/foto ist)

JAKARTA – Memasuki tahun 2026, pasar eCommerce Indonesia semakin matang dengan pergeseran signifikan pada perilaku konsumen dan dinamika ekosistem. Sebagai pionir eCommerce sejak 2012, Lazada Indonesia (Lazada) menyoroti tren konsumen yang kian cerdas dalam memilih produk, termasuk yang bernilai tinggi. 

Hal ini menuntut platform untuk meningkatkan standar autentisitas dan kualitas demi mewujudkan confident commerce yang berbasis kepercayaan.

CEO Lazada Indonesia, Carlos Barrera menyatakan bahwa industri eCommerce kini telah beranjak dari sekadar penyedia akses pasar menjadi model bisnis yang mengutamakan kualitas. 

“Dengan semakin matangnya perilaku belanja konsumen, fokus eCommerce kini adalah membangun kepercayaan diri pelanggan. Ketika rasa percaya terhadap keaslian produk dan kualitas jangka panjang sudah terbentuk, konsumen secara alami akan berbelanja dalam jumlah lebih besar, bahkan membeli produk yang lebih bernilai,” jelasnya, Kamis (15/1/2026).

“Dengan demikian, eCommerce bertransformasi dari sekadar tempat transaksi, menjadi infrastruktur pertumbuhan bagi konsumen dan brand,” imbuh Carlos.

Transformasi ini didukung oleh data laporan e-Conomy SEA dari Google, Temasek, dan Bain & Company, yang memproyeksikan GMV eCommerce Indonesia mencapai sekitar US$140 miliar pada 2030, posisi tertinggi di Asia Tenggara. 

Berangkat dari kondisi tersebut, Carlos menjelaskan ada lima tren utama yang akan membentuk lanskap eCommerce Indonesia sepanjang 2026.

Lima tren utama tersebut meliputi:

  1. Menguatnya ‘Confident Commerce’: Kepercayaan (trust) kini menjadi pendorong utama, di mana 80% konsumen memilih berbelanja di online mall demi jaminan kualitas dan keaslian.
  2. Belanja Berdasarkan Fase Kehidupan: Konsumen kini memanfaatkan eCommerce untuk mendukung transisi penting dalam hidup, mulai dari membangun keluarga hingga memulai gaya hidup sehat.
  3. Premiumisasi Berbasis Nilai: Minat terhadap produk premium meningkat, namun tetap diimbangi dengan pencarian value-for-money melalui voucer, cicilan, dan program loyalitas.
  4. Evolusi dari Diskon ke Program Membership: Platform beralih ke program keanggotaan untuk membangun loyalitas jangka panjang, sebuah strategi yang lebih berkelanjutan daripada promosi sesaat.
  5. Peran Vital Kreator Konten: Di tengah banjir informasi, kreator konten dan afiliator menjadi ujung tombak dalam membangun kepercayaan dan edukasi produk yang autentik.

Menyongsong Babak Baru eCommerce 2026

Pandangan Lazada untuk tahun 2026 berakar pada satu keyakinan, yaitu peran eCommerce dalam membantu konsumen mengambil keputusan yang lebih cerdas agar belanja mereka menjadi lebih bermakna. 

Dengan memperluas semakin menumbuhkan kepercayaan, mendukung peningkatan kualitas hidup, menghargai loyalitas, serta memberdayakan kreator sebagai mitra strategis, Lazada optimis bahwa Indonesia siap memasuki babak baru eCommerce.

Pada tingkatan baru ini, fokus industri tidak lagi hanya pada volume transaksi, tetapi pada dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

“Pada akhirnya, kepercayaan dan kualitas adalah kunci masa depan. Di pasar dengan pilihan yang nyaris tanpa batas, platform yang akan terus tumbuh adalah yang mampu membantu konsumen menjalani hidup dengan lebih baik. Itulah yang menjadi komitmen utama Lazada,” pungkas Carlos.