foto ist
JAKARTA – Kehadiran Terminal Kijing di Mempawah yang dikelola PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Pontianak menjadi urat nadi ekonomi Kalimantan Barat.
“Sebagai pelabuhan internasional baru di Kalimantan Barat, Terminal Kijing diposisikan menjadi motor penggerak ekspor-impor kawasan sekaligus katalisator pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PTP Nonpetikemas, Dwi Rahmad Toto S, Selasa (30/12/2025).
“Kedepan, pelabuhan ini disiapkan untuk mendukung program hilirisasi yang tengah digencarkan pemerintah serta melayani berbagai macam kargo, baik nonpetikemas maupun petikemas guna memperkuat rantai pasok, khususnya di wilayah barat Indonesia,” imbuhnya.
Kinerja Terminal Kijing terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Throughput melonjak dari 1,95 juta ton pada 2023 menjadi 2,75 juta ton pada 2024, dengan proyeksi menembus 4 juta ton pada 2025.
“Hingga November 2025, total throughput mencapai 3,59 juta ton, didominasi curah kering sebesar 2,03 juta ton,” jelas Toto.
Beberapa komoditas yang ditangani merupakan barang milik Mining Industry Indonesia (MIND ID) Group, khususnya PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), dalam mendukung pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN).
“Kami melihat pertumbuhan volume kargo di Terminal Kijing sebagai sinyal positif dari meningkatnya kepercayaan pengguna jasa,” ujar Toto.
Adapun komoditas tersebut meliputi bauksit, batu bara, dan aluminium hidroksida sebagai muatan curah kering; caustic soda liquid sebagai muatan curah cair; serta aluminium hidroksida yang ditangani sebagai general cargo.
PTP hingga November 2025, kinerja pengoperasian PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak Terminal Kijing untuk komoditas curah kering mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 342% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Rata-rata throughput mencapai 3.620 ton per ship per day (T/S/D), melonjak tajam dari 879 T/S/D pada periode sampai dengan November 2024.
“Dari sisi operasional, kami terus berupaya menjaga kelancaran layanan dengan mengoptimalkan proses bongkar muat, penataan alur logistik, dan pengelolaan waktu sandar kapal secara efisien,” tambah Branch Manager PTP cabang Pontianak Suwanda, yang mengelola Terminal Kijing.
PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak beroperasi di Kalimantan Barat dengan mengelola empat area terminal nonpetikemas.
Yaitu Kawasan Dwikora, Pelabuhan Perintis Sintete, Ketapang, dan Kawasan Kijing. Pelabuhan ini menangani berbagai komoditas general cargo seperti karet, bungkil, dan Plywood.
Terminal Kijing sendiri melayani aneka kargo nonpetikemas, antara lain CPO dan turunannya, batubara, pupuk, palm kernel, karung beras, serta produk perkayuan.
Didukung oleh Kalimantan Barat sebagai salah satu sentra produksi CPO nasional, wilayah ini memiliki hinterland yang kuat bagi pertumbuhan volume kargo.
