Peralatan Quay Container Crane (QCC) dan Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) ini bertujuan meningkatkan produktivitas alat, mempercepat pergerakan peti kemas, dan mengurangi kemungkinan bottleneck dalam arus logistik. (foto ist)
JAKARTA – KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menyelenggarakan acara penyambutan peralatan baru “New Equipment Inauguration: Gearing Up for Greener Future” di Gedung Terminal Petikemas Koja, Senin (15/12/2025).
Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono menyampaikan bahwa modernisasi peralatan adalah mandat strategis untuk mendukung konektivitas logistik nasional.
“TPK Koja memegang peran penting dalam ekosistem Pelabuhan Tanjung Priok. Penguatan infrastruktur operasional seperti ini menjadi dasar untuk meningkatkan daya saing,” ujar Arif.
Manajemen TPK Koja menyatakan bahwa pengadaan peralatan dilakukan melalui analisis kebutuhan operasional, kajian teknis yang mendalam, dan memastikan kesiapan integrasi ke sistem operasional terminal.
Peralatan QCC dan E-RTG ini bertujuan meningkatkan produktivitas alat, mempercepat pergerakan peti kemas, dan mengurangi kemungkinan bottleneck dalam arus logistik.
Sementara itu, CEO Hutchison Ports Indonesia, Seto Baskoro mengungkapkan bahwa sinergi antara Pelindo dan HPI sangat penting untuk menjaga standar operasional kelas dunia.
“Kolaborasi ini memastikan TPK Koja tetap adaptif terhadap tantangan industri dan mampu menyediakan layanan premium di tengah persaingan global,” ungkap Seto.
Peralatan baru dari pengiriman pertama telah tiba pada tanggal 12 Desember 2025 yang terdiri 2 unit Quay Container Crane (QCC) dan 4 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG), yang selanjutnya akan dilengkapi melalui pengiriman kedua berupa 1 unit QCC.
QCC baru ini mampu melayani kapal berukuran Superpost Panamax dengan jangkauan hingga 63 meter atau sekitar 22 baris peti kemas di kapal, menggantikan QCC lama yang hanya dapat melayani kapal Panamax dengan jangkauan 35 meter atau sekitar 13 baris peti kemas.
Adapun penambahan 4 unit E-RTG akan memperkuat aktivitas bongkar muat di lapangan penumpukan peti kemas. Seluruh peralatan baru ini dioperasikan menggunakan sumber daya dan sistem elektrik.
General Manager TPK Koja, Banu Astrini, menegaskan bahwa kedatangan peralatan baru ini menandai langkah penting dalam transformasi operasional terminal.
“Peralatan ini akan mendorong peningkatan kapasitas bongkar muat, sekaligus memperkuat stabilitas dan keandalan operasi,” pungkasnya.
