Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat menerima Indonesia’s SDGs Action Awards 2025. Penghargaan untuk yang kedua kalinya itu diserahkan langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy dengan Predikat Terbaik 1 Kategori Badan Usaha Besar, mampu menyisihkan Pertamina Hulu Energi dan PT Telkom. Prestasi Sido Muncul kali ini akan tercatat dalam buku resmi yang disimpan di markas besar PBB di New York. Hal ini sekaligus menempatkan perusahaan jamu dalam peta kontributor global pembangunan berkelanjutan. (foto ist)

 

JAKARTA – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali meraih Predikat Terbaik 1 Kategori Badan Usaha Besar pada ajang Indonesia’s SDGs Action Awards 2025, setelah di tahun 2022 mendapatkan penghargaan serupa dari Kementerian PPN/Bappenas, mampu menyisihkan BUMN raksasa yakni Pertamina Hulu Energi di Peringkat 2 dan PT Telkom Indonesia di Peringkat 3.

Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., kepada Direktur Sido Muncul, Dr. (HC) Irwan Hidayat, di Gedung Utama Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Penghargaan ini menegaskan konsistensi perusahaan dalam mengintegrasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke dalam inti bisnisnya.

Tema tahun ini memilih isu penting sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dengan salah satu program strategis nasional, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Tema dalam Penghargaan SDGs ini bertajuk: “Inovasi Pangan dan Gizi: Peningkatan Kualitas SDM, Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan dan Penurunan Kemiskinan” 

Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menyebut bahwa penghargaan ini bukan sekadar trofi. Melainkan amanah dan pemantik untuk terus berbuat lebih baik lagi bukan hanya bagi karyawan, tetapi juga lingkungan, masyarakat dan diharapkan juga dunia. 

Irwan menceritakan prinsip dan nilai-nilai perusahaan, seperti Sido Muncul ini dapat eksis, berkembang, maju selama 74 tahun. 

“Kunci segalanya adalah kebahagiaan. Kebahagiaan harus dimulai dari dalam perusahaan sendiri, dari kesejahteraan dan kebahagiaan karyawan, baru kemudian menyebar ke masyarakat luas. Kalau orang sudah bahagia, dia akan bekerja dengan hati, nyaman, betah, dan ada rasa memiliki perusahaan. Dari sini lalu kreativitas muncul, produktivitas meningkat, dan pada akhirnya perusahaan serta lingkungan sekitar ikut sejahtera,” jelas Irwan yang dikenal juga sebagai influencer ini. 

Irwan mengungkapkan dalam pengelolaan SDM di Sido Muncul pun, Irwan sebisa mungkin membahagiakan awak karyawannya hanya dengan aktivitas yang simple-simple saja, seperti olahraga dan menyanyi. 

“Produktivitas karyawan di Sido Muncul hanya sederhana saja, mereka kita bahagiakan melalui olahraga tenis meja, sepak bola, badminton dan nyanyi-nyanyi. Dari sini karena mereka nyaman, maka bekerja juga dengan hati dan menumbuhkan produktivitas kerja,” beber Irwan.

Irwan Hidayat menyebut Penghargaan SDGs sangat bermakna bagi Sido Muncul karena lahir dari tangan-tangan yang bekerja dalam diam dari para staf dan karyawan yang berkomitmen memberi manfaat bagi sesama. Yaitu nilai-nilai yang selalu dijaga bersama: kejujuran, ketekunan, dan tanggung jawab masa depan (foto ist)

Dari perspektif Irwan, kebahagiaan bukan efek samping dari kesuksesan, melainkan prakondisi utamanya. Sulung dari 5 bersaudara (Irwan Hidayat, J Sofjan Hidajat, Johan Hidayat, Sandra Hidayat, dan David Hidayat) mengatakan Filsuf Aristoteles dalam Etika Nikomacheia menyebut bahwa eudaimonia, yaitu kebahagiaan yang berasal dari menjalani hidup sesuai potensi terbaik diri sendiri adalah tujuan tertinggi manusia. 

Sementara itu dalam penelitian dari Harvard Grant Study yang berjalan lebih dari 85 tahun itu ternyata menyimpulkan bahwa hubungan baik dan kepuasan batin adalah prediktor terkuat untuk produktivitas, kesehatan, dan umur panjang. 

Irwan menyebut bahwa ketika karyawan merasa diperhatikan dan bahagia, mereka memberikan yang terbaik tanpa paksaan. 

Energi positif itu kemudian mengalir ke produk berkualitas, inovasi berkelanjutan, hingga program sosial yang berdampak luas.

Ia lalu menyebut contoh program pendampingan UMKM “Bojajan” yang bangkit dari dampak pandemi, pembangunan 46 kebun ketahanan pangan di tingkat RT sejak 2021, serta peningkatan bantuan gizi untuk penanganan stunting yang akan diperbesar pada tahun 2026. 

Manager Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono mengatakan program pendekatan “Smartani” atau dikenal sebagai Sentra Mandiri Agro Ternak dan Inovasi di Desa Bergas Kidul menjadi salah satu program unggulan dalam penghargaan SDGs ini. 

“Program itu lahir dari semangat yang sama, memberdayakan masyarakat agar mereka bahagia dan mandiri dengan cara mereka sendiri, bukan sekadar menjadi penerima bantuan,” ungkap Amri. 

Sedangkan Staf Ahli Sekretariat Nasional SDGs Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, Ph.D., menyebutkan bahwa saat ini 62% target SDGs Indonesia berada dalam status on track. Capaian ini melampaui rata-rata global yakni 18%.

“Ini menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan yang sejati hanya bisa terjadi ketika semua pihak bekerja dengan hati,” katanya.

Prestasi Sido Muncul kali ini akan tercatat dalam buku resmi yang disimpan di markas besar PBB di New York. Hal ini sekaligus menempatkan perusahaan jamu dalam peta kontributor global pembangunan berkelanjutan.

Irwan Hidayat menyebutkan bahwa di balik trofi dan angka-angka impresif, ada satu pesan sederhana yang terus diulang.

“Jadikan kebahagiaan sebagai strategi utama. Bisnis bukan hanya sekadar keuntungan saja. Jika menempatkan kebahagiaan sebagai strategi maka keuntungan, produktivitas, dan dampak sosial akan mengikuti,” jelas Irwan. 

Irwan yang juga dikenal salah satu filantropi Indonesia ini juga telah menyampaikan kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof Rachmat Pambudy bahwa Sido Muncul berkomitmen mendukung peningkatan kualitas SDM, akselerasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan penurunan kemiskinan melalui Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Hanya saja cara yang dilakukan Sido Muncul bukan membuat dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan tetapi dalam bentuk lain. Perusahaan jamu dan farmasi terbesar serta termodern ini, memberikan bantuan uang tunai dalam rangka pencegahan dan penurunan stunting. 

“Saya sudah melapor kepada Menteri Prof Rachmat Pambudy bahwa partisipasi program MBG Pak Prabowo dengan cara memberikan dan menyalurkan bantuan uang tunai untuk pembelian asupan dan makanan pendukung gizi anak, balita, dan Bumil (Ibu Hamil) karena kita tidak memiliki kemampuan untuk menyediakan dapur MBG tersebut. Selain juga tidak ingin ada resiko jika terjadi dampak dari penyaluran MBG. Ini karena program ini harus dilaksanakan oleh mereka-mereka yang memiliki keahlian dan kompetensi tersebut,” jelas Irwan. 

Sementara itu, Menteri Rachmat Pambudy mengucapkan terima kasih Sido Muncul sebagai mitra swasta memberikan andil bagi suksesnya Program Presiden Prabowo Subianto yang menginginkannya generasi bangsa menjadi sehat, kuat, dan cerdas menuju Generasi Emas 2045.

“Tidak masalah bagi kami di Pemerintahan Pak Prabowo jika cara partisipasi dan dukungan tidak sama persis. Akan tetapi yang terpenting adalah niat baik untuk menyelamatkan generasi bangsa menjadi generasi juara. Saya berterima kasih kepada Pak Irwan. Tetap lanjutkan dan tingkatkan,” ujarnya.

Menteri PPN/Bappenas, Rachmat Pambudy mengatakan Sido Muncul dilihat memiliki kinerja yang dari segi data kuantitatif sangat baik dan aksi nyatanya berdampak bagi masyarakat.

”Terimakasih atas segala partisipasi yang disampaikan. Mulai dari dewan juri dan para peserta. Tularkan kemenangan saudara dan jangan lupa apa yang dicapai oleh kalian dan kita semua, sampai ke PBB. Ini sebuah prestasi dibukukan. Peran kita yang sudah mencapai lebih dari 60 % harus ditingkatkan. Insyaallah prestasi ini akan terus kita tingkatkan,” kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Rahmat Pambudi.

SDGs Action Awards merupakan apresiasi bagi pemerintah dan non pemerintah yang mendukung pelaksanaan SDGs di Indonesia. Penghargaan ini juga untuk memberikan inspirasi untuk terus berpartisipasi untuk mencapai target SDGs.