Saat ini, dari total 4.696 karyawan ASDP, sebanyak 420 di antaranya atau sekitar 8,9% merupakan perempuan. (foto ASDP)
JAKARTA – Di balik kokohnya operasional penyeberangan nasional, hadir sosok-sosok perempuan tangguh yang memainkan peran strategis dalam menjaga roda bisnis PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tetap melaju.
Para Srikandi BUMN ini tak hanya hadir sebagai pelengkap, tetapi sebagai penggerak utama dalam pengambilan keputusan, manajemen operasional, dan transformasi layanan perusahaan.
Saat ini, dari total 4.696 karyawan ASDP, sebanyak 420 di antaranya atau sekitar 8,9% merupakan perempuan.
Namun menariknya, sebanyak 13,2% posisi strategis di top management justru diisi oleh para Srikandi, menunjukkan bahwa kompetensi dan kapabilitas mereka mendapat pengakuan tinggi di lingkungan perusahaan.
Kontribusi perempuan di tubuh ASDP kian nyata dengan kehadiran mereka di level strategis BoD-1 dan BoD-2, yang mencakup posisi Senior General Manager General Manager, Vice President hingga Manager.
Para Srikandi ini tidak hanya menunjukkan kepemimpinan yang tangguh dalam mengelola operasional pelabuhan, teknologi informasi, SDM, keuangan, hingga layanan pelanggan, tetapi juga berperan aktif dalam menyusun kebijakan strategis perusahaan.
Keberadaan mereka mempertegas bahwa kepemimpinan perempuan mampu menghadirkan keseimbangan antara ketegasan dan empati, antara inovasi dan keberlanjutan dalam proses pengambilan keputusan.
“Kontribusi para Srikandi ASDP tidak bisa dianggap remeh. Mereka adalah garda depan yang membawa perspektif baru, inovasi, serta ketangguhan dalam dinamika industri penyeberangan,” ujar Shelvy Arifin, Corporate Secretary ASDP, Minggu (4/5/2025).
Shelvy menegaskan bahwa keberadaan perempuan di berbagai lini operasional, mulai dari manajemen pelabuhan hingga ruang rapat direksi, memperkuat fondasi perusahaan dalam menciptakan layanan yang inklusif, adaptif, dan unggul.
