Indonesia Port Editors’ Club (IPEC) menggelar ngobrol santai bertema Mewujudkan Efisiensi Logistik Nasional di Jakarta, Selasa (2/7/2024). foto indopostrust.id
JAKARTA – Wacana perlunya adanya Badan Logistik Nasional, kembali mencuat. Pada acara diskusi “Mewujudkan Efisiensi Logistik Nasional” yang digelar Indonesia Port Editors’ Club (IPEC), di Jakarta, Selasa (2/7/2024), usulan itu beberapa kali disebutkan para narasumber. Serta diulangi oleh moderator.
Akbar Djohan, Ketua DPP ALFI/ILFA mengatakan efisien logistik memang jadi output suplai chain. Ia mengatakan pembangunan infrastruktur kepelabuhanan sudah sangat masif. Bahkan investasi juga tinggi.
“Tapi belum dapat efisien logistik. Yang harus kita dorong justru harmonisasi regulasi. Efisien sudah dibahas sejak puluhan tahun. Belum ada lembaga yang mimpin. Harus ada lembaga atau badan yang memimpin sistem logistik nasional. Kalau bicara efisiensi, kita semua tahu,” ujarnya.
Yukki N Hanafi, Chairman of FIATA Reg. Asia Pacifik mengatakan saat ini logistik kita semakin efisien serta kompetitif dibandingkan sepuluh tahun lalu. Bahkan kata dia, disaat pelabuhan di dunia mengalami kongesti, kita justru tidak.
“Kita harus mengatakan pelabuhan di dunia kongesti, kita tidak. Berarti kita efisien,” tegas Yukki.
Ia menambahkan, investor biasanya melihat biaya logistik sebelum investasi. Saat ini biaya logistik sudah turun 14 persen. Sudah turun jauh dibanding sepuluh tahun lalu.
“Kalau dulu ada yang bilang logistik kita mahal. Coba kita lihat sekarang, sudah lebih baik. Memang masih ada kekurangan yah, tapi kita jangan menjelekkan kita sendiri,” ujar Yukki.
Ia menambahkan, biaya logistik masih bisa diturunkan jika ada kepastian regulasi dan komitmen bersama. Yukki mencontohkan saat ia ke Jepang, kalau bertanya terkait logistik di sana, jawaban yang diterimanya dari setiap kementerian di sana, jawabannya sama.
“Disini kita ke k/l beda-beda (jawabannya). Jadi harus dimulai adanya kepastian,” ujar Yukki.
Asmari Heri, praktisi shipping mengatakan bagaimana logistik ini bisa diefisienkan melibatkan banyak pihak. Namun ia menilai saat ini logistik kita sudah efisien.
“Sekarang Pelabuhan di dunia banyak yang kongesti. Sedangkan kita tidak. Jadi kita memang efisien,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua IPEC Ridwan Said mengatakan, kehadiran IPEC, salah satunya akan terus mengawal dan mengawasi agar logistik di Indonesia semakin efisien.
