JAKARTA-Sekjen Bamus Betawi Tahyudin Aditya menyatakan sepakat dan setuju dengan pernyataan Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiono, tentang Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta (DKJ) yang memberi kewenangan khusus kepada Bamus Betawi untuk menyertifikasi kebudayaan Betawi. Serta mendukung langkah Ketua Komisi A, yang meminta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) memperkuat dan membangun kekompakan Bamus Betawi.
Hal ini menjadi keharusan dan kewajiban, karena memang Bamus Betawi secara historis sudah eksis keberadaannya, yang lahir Tahun 1982 dan saat ini Ketuanya Riano P Ahmad.
Tahyudin juga menegaskan, jika saat ini ada pernyataan bahwa Bamus Betawi ada 4 hal itu tidak benar. Karena, yang lain adalah organisasi yang lahir pasca Mubes Bamus Betawi Ke-7, sehingga tidak lagi menjadi induk secara historikalnya. Apalagi diakui dalam fakta integritas jelas, dalam perda juga jelas Bamus Betawi adalah satu-satunya organisasi yanh dapat dijadikan mitra strategis dalam pengembangan kebudayaan dan seni Betawi di Jakarta.
Sebagaimana termaktub dalam Perda Nomor 4 Tahun 2015, Poin 27, bahwa Bamus Betawi satu-satunya. Sehingga tidak ada lagi organisasi yang lainnya. Jadi jelas, amanat Perda Bamus Betawi yang ditunjuk sebagai mitra dalam pelaksanaan Perda No 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi.
Sebelumnya, Ketua Komisi A DPRD Provinsi DKI Jakarta Mujiyono meminta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) memperkuat dan membangun kekompakan Bamus Betawi.
“Kaitan dengan Bamus Betawi, Provinsi DKJ nantinya memiliki kewenangan khusus baru yaitu kewenangan khusus bidang kebudayaan dimana Bamus Betawi akan berperan dominan yang istilahnya sertifikasi kebudayaan Betawi,” ujar Mujiyono di Grand Cempaka, Puncak, Bogor, Jumat (26/4).
Ia berharap, Bamus Betawi bisa memiliki peran seperti Pecalang di Bali, yakni sebagai lembaga budaya yang diberi wewenang dan telah menunjukkan kiprahnya di masyarakat Bali.
“Menurut saya, Kesbangpol dengan kewenangan yang dimiliki harus mampu menjadikan Bamus Betawi sebagai organisasi yang kuat dan solid. Contohnya seperti Pecalang di Bali,” tutur Mujiyono.
Kepala Kesbangpol DKI Jakarta Taufan Bakri menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk mendorong kemajuan Bamus Betawi.
