foto Pelindo
JAKARTA — Seluruh terminal penumpang yang dikelola Pelindo siap melayani arus balik Lebaran 2024 yang diprediksi terjadi lonjakan trafik arus balik transportasi laut pada H+3 hingga H+4 Lebaran. Berbagai persiapan tengah ditingkatkan salah satunya dengan melakukan peningkatan koordinasi dengan stakeholder instansi kepelabuhanan.
“Untuk menghadapi arus balik Lebaran tahun ini, kami pastikan arus balik Lebaran 2024 berjalan optimal didukung dengan keberadaan Posko Angkutan Lebaran Terpadu yang beroperasi 24 jam berfungsi sebagai pusat pengawasan, koordinasi dan informasi untuk memantau kondisi kenyamanan dan keselamatan arus balik lebaran,” ujar Group Head Sekretariat Perusahaan, Ardhy Wahyu Basuki, Minggu (14/4/2024).
Ardhy menambahkan Pelindo terus mengoptimalkan pelayanan dan kinerja petugas di lapangan untuk memastikan para pemudik tahun ini mendapatkan pengalaman mudik ceria penuh makna.
Untuk menjamin para penumpang tetap aman, nyaman, sehat dan lancar, selama arus balik lebaran tahun 2024 ini, Pelindo juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti ruang tunggu penumpang, mushola, ruang laktasi, toilet portable, tim medis, ambulance, serta penambahan personil keamanan.
Dalam rangka mendukung arus balik dari Sumatera ke Jawa, Pelindo kembali membuka Pelabuhan Panjang di Lampung untuk masyarakat yang kembali pulang pada arus balik.
Kepala BPTD Kelas II Lampung, Bambang Siswoyo mengatakan, Pelabuhan Panjang difungsikan untuk melayani pemudik bertujuan guna mengurangi kepadatan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.
“Untuk mengurangi kepadatan dan mendukung arus balik angkutan Lebaran 2024, pemerintah telah menyiapkan rute penyeberangan Pelabuhan Panjang-Pelabuhan Ciwandan pada tanggal 12 sampai dengan 16 April 2024,” ujar Bambang.
General Manager Pelindo Regional 2 Panjang, Imam Rahmiyadi, mengatakan bahwa pada periode arus balik Lebaran 2024, Pelabuhan Panjang akan melayani pemudik sepeda motor dan kendaraan lainnya.
“Untuk kesiapan sarana prasarana kami telah siapkan seperti tahun sebelumnya, dari loket tiket dan berbagai fasilitas lain salah satunya buffer zone,” ujarnya.
Buffer zone seluas 1,3 hektare dapat menampung sebanyak 2.200 sepeda motor, serta untuk kendaraan roda empat yang dapat ditampung di lokasi tersebut sebanyak 350 kendaraan.
“Tahun ini buffer zone seluas 1,3 hektare tersebut akan ditambah lagi seluas 6.000 meter persergi, yang mampu menampung 900 sepeda motor. Buffer zone ini berfungsi tidak hanya bertujuan untuk memecah antrian kendaraan tetapi juga memberikan manfaat lebih khususnya bagi pemudik agar dapat beristirahat lebih panjang dan juga dapat memangkas waktu tempuh hingga 1 jam dari Kota Bandar Lampung,” ujarnya.
“Untuk meningkatkan kenyamanan pemudik arus balik disediakan juga toilet terpisah laki-laki dan perempuan, ruang laktasi dan ruang medis yang dilengkapi dengan pendingin udara, tenda tunggu kendaraan roda dua dilengkapi kipas pendingin, tempat bermain anak, dan juga disediakan venue hiburan musik,” imbuh Imam.
Selain itu, pihaknya juga melakukan antisipasi penambahan petugas, kegiatan pelayanan barang serta penumpang untuk meminimalisir kegiatan barang dan penumpang secara bersamaan.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Umi Fadilah Astutik mengatakan, para pemudik diminta dapat mempersiapkan diri dengan baik, mulai dari kesiapan kondisi fisik hingga kendaraan yang digunakan dalam perjalanan.
“Selain itu, para pemudik bisa menghindari tanggal-tanggal puncak arus balik dengan melakukan perjalanan lebih awal, khususnya yang akan kembali dari Sumatera menuju ke Jawa,” pungkasnya.
