foto ist
indopostrust.id – JAKARTA – Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK Warsito mendorong organisasi masyarakat (ormas) dan kelompok masyarakat (pokmas) untuk menjadi agent of change dan berkontribusi nyata dalam perubahan yang selaras dengan semangat Revolusi Mental.
Harapannya, perubahan perilaku kehidupan dalam masyarakat yang sesuai dengan nilai Revolusi Mental terwujud, masif dan sesuai target yang diharapkan.
Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Teknis Finalisasi Reviu Proposal Organisasi Masyarakat dan Kelompok Masyarakat di Hotel Grand Mercure Sabang, Jakarta Pusat (17/7/2024).
Warsito menegaskan bahwa kolaborasi dan dukungan aktif dari berbagai pihak di daerah akan sangat penting untuk kesuksesan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).
Warsito menyampaikan bahwa pencapaian target output kegiatan GNRM diharapkan dapat memberikan dampak nyata di masyarakat dan mendorong perubahan perilaku sesuai dengan nilai-nilai revolusi mental.
“Pencapaian target output kegiatan GNRM dapat memberikan dampak nyata di masyarakat, bagaimana aksi nyata revolusi mental ini menjadi poin penting dalam menghasilkan perubahan perilaku kehidupan masyarakat sesuai nilai-nilai revolusi mental yang kita harapkan,” ujar Warsito.
Lebih lanjut, Warsito menyatakan bahwa keberhasilan GNRM tidak hanya bergantung pada pelaksanaan program pemerintah, tetapi juga pada komitmen berkelanjutan dari masyarakat.
Kerja sama dengan ormas dan pokmas diharapkan dapat terus berlanjut meski program pemerintah telah berakhir, dengan pelaporan yang baik dan transparan kepada publik.
“Kerja sama aksi nyata GNRM ini bersifat stimulus dan diharapkan berlanjut dengan komitmen yang tidak bergantung pada program pemerintah. Pelaksanaannya harus dapat dilaporkan secara baik kepada publik,” tegas Warsito.
Sementara itu, di kesempatan yang sama, Sekretaris Deputi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga, Gatot Hendrarto, menekankan pentingnya penyamaan persepsi dalam pelaksanaan kerjasama antara Kemenko PMK dengan ormas dan pokmas, yang mengutamakan semangat kemitraan.
Asisten Deputi Revolusi Mental, Maman Wijaya menambahkan bahwa kerjasama dan dukungan masyarakat tidak hanya terbatas pada implementasi aksi nyata GNRM, tetapi juga diharapkan dapat memberikan saran dan kritik untuk perbaikan di masa mendatang.
“Saya berharap seluruh unsur masyarakat, termasuk ormas dan pokmas yang hadir saat ini, dapat terus berkontribusi nyata dalam mensukseskan GNRM melalui berbagai kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya maupun yang akan dilaksanakan di masa mendatang. Evaluasi program sangat diperlukan untuk mengetahui dampak yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
