Dalam pameran tersebut, Paviliun Indonesia menghadirkan lima perusahaan pemasok (supplier) produk makanan laut (seafood) Indonesia, yaitu PT Tirta Bitung Bahari, PT Siger Jaya Abadi, CV Djakarta Mina Bahari, Frozen Fish, dan Trade Solutions. (foto ist)
Barcelona – Produk perikanan Indonesia, khususnya tuna dan gurita, berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 29,21 juta atau setara Rp522 miliar dalam pameran internasional Conxemar 2026.
Pameran tersebut berlangsung pada 6–8 Oktober 2026 di Instituto Feiral de Vigo (IFEVI), Vigo, Spanyol.
Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Barcelona, Sri Haryanti menyampaikan,partisipasi Indonesia dalam Conxemar 2026 menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan produk perikanan nasional sekaligus memperluas jejaring perdagangan di pasar internasional.
Produk perikanan Indonesia mendapatkan respons positif dari buyer berbagai negara, tidak hanya dari Eropa, tetapi juga Asia, Amerika, dan Timur Tengah.
“Capaian Rp522 miliar menunjukkan, produk perikanan Indonesia memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Minat dari calon pembeli berbagai kawasan menjadi modal penting untuk memperkuat promosi dan memperluas akses pasar produk perikanan nasional,” ujar Sri.
Dalam pameran tersebut, Paviliun Indonesia menghadirkan lima perusahaan pemasok (supplier) produk makanan laut (seafood) Indonesia, yaitu PT Tirta Bitung Bahari, PT Siger Jaya Abadi, CV Djakarta Mina Bahari, Frozen Fish, dan Trade Solutions.
Produk yang dipromosikan meliputi beragam produk perikanan beku, antara lain tuna, ikan tenggiri, ikan todak (swordfish), cakalang, sotong, cumi-cumi, ikan mahi-mahi, kakap merah, dan gurita. Selain itu, ditampilkan pula produk daging rajungan kalengan.
Sri menegaskan, ITPC Barcelona akan menindaklanjuti minat calon mitra dagang melalui fasilitasi komunikasi dan penjajakan kerja sama dengan eksportir Indonesia.
Ia menyebut, langkah ini diperlukan agar peluang bisnis yang terbentuk selama pameran dapat berkembang menjadi transaksi berkelanjutan.
“ITPC Barcelona siap memfasilitasi tindak lanjut kerja sama agar peluang bisnis dapat berkembang menjadi transaksi ekspor yang berkelanjutan,” ungkap Sri.
