kredit foto: Dhika Septa Permana/BP BUMN

JAKARTA — PT Pelindo terus melakukan penataan struktur korporasi melalui program streamlining untuk memperkuat model bisnis dan memperjelas peran setiap entitas dalam Pelindo Group. 

Hal ini disampaikan Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria saat rapat dengan jajaran PT Pelindo di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (28/9/2026).

Dony mengatakan, transformasi Pelindo masih akan berlangsung dalam jangka panjang dan diawali dengan penyederhanaan struktur entitas sebelum dilanjutkan dengan penataan model bisnis.

“Jadi ini transformasinya masih panjang, tapi dimulai dari streamlining dulu, abis itu baru kita masuk ke proses menata bisnis model kita menjadi benar,” ujar Dony, mengutip dari Instagram resmi BP BUMN.

Dalam program streamlining 2026, Pelindo menargetkan pengurangan jumlah entitas dari 41 menjadi 24 entitas.

Dari 17 entitas yang masuk dalam program penataan, sebanyak 11 entitas telah menyelesaikan aksi korporasi, sementara enam entitas lainnya ditargetkan selesai hingga 31 Desember 2026. 

Penataan dilakukan melalui berbagai skema, antara lain merger, konsolidasi, divestasi, dan likuidasi.

Selain penyederhanaan jumlah entitas, Pelindo juga melakukan perubahan model parenting dari strategic holding menuju active management. 

Melalui model tersebut, Pelindo akan mengambil peran lebih langsung dalam pengelolaan kegiatan operasional utama, dengan pembagian peran yang lebih jelas antara holding, regional, service line, dan entitas usaha.

Dony menilai transformasi tersebut dapat dilakukan secara lebih terintegrasi melalui konsolidasi di bawah Danantara.

“Pilihan untuk melakukan transformasi ini adalah pilihan yang sangat tepat. Sekarang konsolidasi dengan adanya Danantara ini semua menjadi mungkin dilakukan.”

Penataan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengurangan jumlah entitas, tetapi berlanjut pada pembentukan struktur dan model bisnis Pelindo yang lebih sederhana, efektif, serta mampu memperkuat kinerja grup secara keseluruhan.