foto ist
TANGERANG – Menteri Perdagangan Budi Santoso melepas ekspor 1.560 ton produk arang tempurung kelapa (coconut charcoal) ke Tiongkok senilai USD 1,34 juta atau sekitar Rp23 miliar, di BINUS University, Alam Sutera, Tangerang, Banten, pada Jumat, (25/9/2026).
Ekspor tersebut dilakukan oleh FUTRA Export, salah satu pelaku usaha binaan BINUS University. Pendiri FUTRA Export, Steven Magnus menyampaikan, pengiriman kali ini terdiri atas 60 kontainer arang tempurung kelapa yang akan dimanfaatkan sebagai bahan baku karbon aktif (activated carbon) di Tiongkok.
Steven, yang juga merupakan alumni Export Coaching Program Kemendag, mengaku telah memanfaatkan berbagai program fasilitasi Kemendag untuk mengembangkan kegiatan ekspornya.
“Program-program Kemendag sangat membantu perkembangan ekspor kami. Kami telah memanfaatkan fasilitasi penjajakan bisnis (business matching), rutin mengikuti TEI, serta mendapatkan bantuan perwadag untuk memvalidasi latar belakang calon-calon mitra usaha prospektif kami di luar negeri,” ujar Steven.
Pelepasan ekspor tersebut dilakukan dalam rangkaian kegiatan Campuspreneur di Binus University (25/9), Kemendag menghadirkan Klinik Konsultasi Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Perizinan; Klinik Desain; Klinik Ekspor; Klinik Standar, Kemasan, dan Mutu; Klinik Sertifikasi; dan Klinik Kemitraan.
Dibuka juga Klinik Konsultasi Program Magang pada perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri untuk menarik minat mahasiswa dalam program magang di kantor-kantor perwakilan perdagangan.
Rektor BINUS University, Nelly, menyampaikan, selain memiliki produk yang baik, pelaku usaha perlu memahami pasar, memiliki strategi dan jejaring, berani belajar, dan mampu menangkap peluang.
Kualitas ini akan mendukung pelaku usaha untuk berkembang ke pasar global. Ia optimistis Campuspreneur mampu memfasilitasi peningkatan kapasitas tersebut.
“Campuspreneur menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk belajar langsung dari para praktisi, membangun koneksi, serta memahami perjalanan bisnis dari pasar lokal menuju pasar global,” ujarnya.
“Semoga kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan, inspirasi, dan jejaring yang membuka semakin banyak peluang untuk membawa ide dan bisnis Indonesia berkembang ke pasar global,” pungkas Nelly.
