foto ist
JAKARTA – Kementerian Perdagangan berkolaborasi dengan Universitas Esa Unggul untuk menyelenggarakan bimbingan teknis bertajuk “Optimalkan Bisnis Barumu secara Online dengan Adopsi Teknologi” di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Selasa, (15/9/2026).
Bimbingan teknis ini membahas validasi ide bisnis daring dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), sekaligus mengenalkan peluang dan kompetensi yang dibutuhkan di bidang jasa survei.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal S. Shofwan, menyampaikan, Kemendag mendorong mahasiswa untuk menjadikan AI sebagai alat bantu mengembangkan bisnis.
AI dapat digunakan dalam penentuan ide bisnis, identifikasi kebutuhan calon konsumen, identifikasi keterbatasan modal dan pengalaman, hingga manajemen waktu antara kuliah dan usaha.
“Teknologi dapat membantu menguji apakah sebuah ide benar-benar dibutuhkan pasar atau tidak sebelum seseorang mulai menginvestasikan waktu dan modalnya. Mahasiswa dapat memanfaatkan AI untuk memvalidasi ide, lalu mengujinya langsung ke pasar sebelum bisnisnya mulai dirintis,” kata Iqbal.

Bimbingan teknis tersebut digelar secara hibrida, diikuti 275 peserta mahasiswa aktif dan alumni Universitas Esa Unggul. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Campuspreneur, sebuah program dari Kemendag untuk mengembangkan potensi kewirausahaan generasi muda.
