Keterangan foto : Audiensi AMKI Jakarta ke Geisz Chalifah di kantornya kawasan Tebet Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2026)
JAKARTA — Loyalis Anies Baswedan, Geisz Chalifah, menilai dinamika politik nasional masih sangat cair, terutama terkait peluang Partai Gerakan Rakyat mengikuti kontestasi politik, serta posisi Anies dalam peta kekuatan mendatang.
Mantan aktivis di Lembaga Seni dan Budaya MN KAHMI dan PB Pemuda Al Irsyad, mengatakan, Partai Gerakan Rakyat telah menyelesaikan seluruh persyaratan administratif dan kini tinggal menunggu proses verifikasi faktual oleh Komisi Pemilihan Umum atau KPU dalam waktu dekat.
Menurut Geisz, partai tersebut juga telah membangun jaringan di puluhan provinsi, kabupaten, dan kota. Ia menilai kepatuhan terhadap persyaratan administrasi sejauh ini sangat kuat di berbagai daerah hingga sekarang.
Selain itu, persoalan ambang batas nol persen masih menjadi perdebatan. Geisz menyebut mekanismenya kemungkinan memerlukan proses panjang di DPR setelah Mahkamah Konstitusi menangani persoalan tersebut dan politik nasional ke depan.
Mantan Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, perusahaan pengelola kawasan wisata Ancol di Jakarta di zaman Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, ijuga mempertanyakan apakah Partai Gerakan Rakyat nantinya perlu bekerja sama dengan partai politik yang telah memiliki kursi di DPR, atau memilih bergerak secara mandiri dalam kontestasi menjelang pemilu nantinya.
Sebagai gambaran, pria jebolan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Universitas Jayabaya Tahun lulus 1987, menyebut modal awal yang biasanya dibutuhkan untuk membangun kekuatan politik dan memenuhi kebutuhan penyelenggaraan di tingkat nasional dapat mencapai sedikitnya satu triliun rupiah untuk tahap awal perjuangan.
Di tengah dinamika tersebut, posisi Anies Baswedan juga menjadi perhatian. Saat ini, mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak memegang jabatan publik dan relatif jarang tampil di hadapan publik secara langsung.
Geisz mengatakan sejumlah survei politik tetap menempatkan Anies pada posisi atas. Ia menyebut Anies kerap berada di peringkat ketiga setelah Prabowo dan kandidat lainnya dalam berbagai pengukuran elektabilitas nasional terkini.
Survei terbaru Median, menurut Geisz, menunjukkan Prabowo berada di posisi teratas, sementara KDM dan Anies berada cukup dekat di belakangnya dalam peta persaingan politik nasional saat ini secara keseluruhan.
