foto ist 

 

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terus menggencarkan dan menggaungkan secara masif Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas RANA) kepada publik. 

Kampanye berkelanjutan ini dilakukan untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan pelindungan maksimal dari segala bentuk kekerasan.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam sesi konferensi pers di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, pada Selasa (4/8/2026).

“Kami kesekian kalinya menegaskan gerakan nasional membangun, menjamin ruang aman dan nyaman untuk anak. Aman dan nyaman di keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, dan ruang digital,” tegas Menko PMK.

Menko PMK menjelaskan bahwa gencarnya kampanye ini sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto yang memiliki program-program fundamental di bidang kesehatan dan pendidikan.

Menurutnya, seluruh program pembangunan sumber daya manusia (SDM) tersebut akan berhasil jika fondasi utamanya, yakni ruang tumbuh kembang yang terjamin keamanan dan kenyamanannya.

“Jangan boleh ada kekerasan terhadap anak, karena kekerasan itu punya dampak yang luar biasa, bukan hanya secara fisik, psikis, dan kognitif, tetapi kekerasan juga akan melahirkan trauma, dan melahirkan kekerasan baru nanti kedepannya,” urainya.

Tidak hanya berfokus pada lingkungan fisik yang kasatmata, intensitas kampanye Gernas RANA juga diarahkan untuk merespons ancaman di dunia maya. 

Menko PMK menyebut bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini, penciptaan ruang digital yang aman telah menjadi agenda prioritas pemerintah.

“Sejalan dengan digitalisasi, apalagi perkembangan AI, ruang aman digital ini juga menjadi perhatian serius kita, karena dampaknya bukan hanya terhadap fisik, tetapi juga terhadap kognitif, terhadap kesehatan mental anak,” imbuh Pratikno.

Lebih lanjut, untuk memastikan gencarnya gerakan ini berdampak nyata pada menurunnya angka kekerasan anak, pemerintah pusat terus mengoptimalkan sinergi instrumen aparat di berbagai daerah, seperti jajaran tenaga pendidik di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, para kader Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, serta pemerintah daerah melalui Kementerian Dalam Negeri.

“Instrumen yang ada di lapangan adalah aparat pemerintah yang ada di daerah, misalnya Kemendikdasmen punya perangkat hingga di daerah, Kemendukbangga/BKKBN punya kader di daerah, dan tentu saja kita bekerja sama dengan Kemendagri,” jelas Pratikno.

Menko PMK turut menyampaikan apresiasi dan merangkul insan media untuk terus bersinergi mengawal kampanye Gernas RANA. 

Kehadiran pers sebagai mitra strategis diyakini membawa energi positif yang sangat besar untuk memperluas jangkauan edukasi ke masyarakat, sehingga cita-cita bersama dalam mewujudkan ruang aman bagi anak dapat terwujud lebih optimal.

Turut hadir dalam agenda tersebut Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Aris Adi Leksono, Ketua Penyiaran Indonesia Ubaidillah, serta Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin.