foto ist
JAKARTA – Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan, Indonesia dan Thailand merupakan mitra kunci dalam pertumbuhan ekonomi ASEAN.
Sementara itu, dari sisi bilateral, Mendag Busan menyambut baik capaian perdagangan kedua negara yang pada 2025 mencapai USD 17,7 miliar.
Ia pun menyampaikan dukungannya bagi kolaborasi pelaku usaha Indonesia dan Thailand dalam forum bisnis yang dapat meningkatkan peningkatan hubungan dagang kedua negara.
Mendag Busan menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan pada Forum Bisnis Indonesia-Thailand bertajuk “Advancing the Indonesia–Thailand Strategic Partnership: Building Integrated Value Chains in Industry, Services, and the Halal Economy” pada Selasa, (4/8) di Jakarta.
Forum tersebut terlaksana melalui kolaborasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Kamar Dagang Thailand (Thai Chamber of Commerce).
“Kami mengapresiasi Forum Bisnis Indonesia-Thailand sebagai platform penting untuk memperkuat kerja sama ekonomi, mempromosikan investasi, dan memperluas kolaborasi bisnis antara Indonesia dan Thailand. Kami harap forum ini dapat menciptakan hasil konkret,” kata Mendag Busan.
Mendag Busan menambahkan, kebijakan perdagangan Indonesia saat ini fokus pada diversifikasi pasar ekspor dan memperluas akses pasar. Upaya ini ditempuh melalui utilisasi persetujuan bilateral dan regional.
“Untuk mendukung strategi ini, Indonesia terus berupaya meningkatkan daya saing pelaku usaha kami, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kami juga akan memperkuat integrasi pelaku usaha Indonesia, termasuk UMKM, ke rantai nilai global,” kata Mendag Busan.
Selain itu, Mendag Busan menyampaikan optimismenya terhadap Indonesia di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, perdagangan dan investasi internasional saat ini turut dipengaruhi dinamika geopolitik, penyesuaian rantai pasok, tantangan iklim, dan transformasi teknologi yang serba cepat.
Namun, Indonesia masih memiliki pasar domestik yang terus tumbuh, tenaga kerja usia muda dan produktif, dan sumber daya alam yang melimpah.
Untuk mendukung potensi tersebut, Pemerintah Indonesia berkomitmen kuat terhadap hilirisasi, ketahanan pangan, pembangunan berkelanjutan, dan perluasan pasar global.
Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk menjadikan Indonesia pemain penting di tingkat global.
“Berbagai potensi ini mampu memposisikan Indonesia sebagai hub produksi, investasi, dan ekspor yang strategis,” kata Mendag Busan.
Forum ini turut dihadiri Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul. Menurutnya, integrasi ekonomi ASEAN yang lebih dalam merupakan suatu keharusan ekonomi.
Sebagai dua ekonomi terbesar di ASEAN, Thailand dan Indonesia memiliki peluang dan tanggung jawab untuk memimpin ASEAN.
Utusan Khusus Presiden Indonesia Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo yang juga hadir dalam forum bisnis ini menggambarkan ekonomi Indonesia dan Thailand selalu saling berkaitan.
Oleh karena itu, kolaborasi kedua negara semakin menjadi penting untuk memperkuat diri dari dampak kondisi eksternal.
Sementara itu, Ketua KADIN Indonesia, Anindya N. Bakrie, menyampaikan pentingnya kolaborasi Indonesia dengan Thailand untuk membangun bersama dan menciptakan solusi yang melampaui batas negara.
Ia mengajak kedua pihak untuk memperdalam hubungan perdagangan, mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha, dan memperbanyak inovasi.
Senada, Ketua Kamar Dagang Thailand, Poj Poj Aramwattanont, juga menekankan pentingnya kolaborasi ASEAN di tengah berbagai ketidakpastian global. Menurutnya, masa depan ASEAN akan ditentukan oleh kolaborasi negara-negara anggota ASEAN untuk dapat berkompetisi di tingkat global.
