foto ist/PTP Nonpetikemas 

JAKARTA – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) menegaskan komitmennya menerapkan konsep green port. Hal itu sebagai bagian dari transformasi operasional perusahaan yang tidak hanya berfokus pada keberlanjutan lingkungan, tetapi juga perlindungan kesehatan pekerja serta penciptaan dampak sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar wilayah operasional.

Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, menyampaikan bahwa transformasi menuju green port bukan hanya tentang menjaga lingkungan, melainkan juga memastikan kualitas hidup dan kesehatan pekerja di kawasan pelabuhan.

“Green port bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga tentang memastikan keberlangsungan operasional yang sehat dan aman bagi pekerja. Kami memandang bahwa perlindungan terhadap kesehatan pekerja adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keberlanjutan bisnis,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan sistem manajemen lingkungan berbasis ISO 14001 dan penilaian PROPER, pengendalian emisi, efisiensi energi, pengelolaan limbah berbasis prinsip 3R, serta optimalisasi proses bongkar muat yang lebih ramah lingkungan.

Di sisi operasional, perusahaan juga mengimplementasikan berbagai inovasi seperti penggunaan lampu LED, pemanfaatan overhead crane (OHC) untuk mengurangi ketergantungan alat berbahan bakar fosil, hingga elektrifikasi alat bongkar muat sebagai bagian dari transisi menuju operasional rendah emisi.