foto ist
JAKARTA – Memasuki kuartal kedua tahun 2026, kebutuhan akan pendanaan dalam jumlah besar terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Kebutuhan pembiayaan di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) nasional diperkirakan menembus angka Rp4.300 triliun.
Namun, di tengah tingginya permintaan modal, masyarakat dan pelaku usaha kerap dihadapkan pada tantangan aksesibilitas dan kekhawatiran akan beban kewajiban finansial yang tidak fleksibel.
Menanggapi dinamika pasar tersebut, PDaja.com, platform pembiayaan digital di bawah naungan PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna), menghadirkan solusi pinjaman berbasis properti.
Inovasi ini ditujukan untuk memberikan alternatif pendanaan yang tidak hanya besar secara plafon, tetapi juga adaptif terhadap kondisi arus kas nasabah melalui skema pembayaran yang lebih dinamis.
Fleksibilitas Plafon Rekening Koran (PRK)
Salah satu fitur utama yang diperkenalkan PDaja.com adalah skema Plafon Rekening Koran (PRK).
Melalui skema ini, nasabah memiliki keleluasaan dalam mengelola penarikan dana sesuai kebutuhan riil di lapangan. Berbeda dengan pinjaman konvensional yang mengenakan bunga atas seluruh total pinjaman sejak awal, skema PRK memungkinkan bunga hanya dihitung berdasarkan jumlah dana yang benar-benar digunakan.
Hubertus Satrio Yudanto, Lending Center Business Head Bank Sampoerna, mengungkapkan bahwa fleksibilitas kini menjadi faktor penentu dalam pengambilan keputusan finansial.
“Kami mengamati banyak pemilik aset yang ragu melakukan ekspansi usaha karena khawatir terbebani cicilan tetap yang besar di saat pendapatan usaha mereka mungkin masih fluktuatif. Dengan skema ini, nasabah memiliki kontrol penuh. Jika dana belum digunakan, beban bunga tidak akan berjalan. Ini adalah bentuk efisiensi biaya yang nyata bagi para pelaku usaha,” jelas Hubertus, Rabu (22/4/2026).
Transformasi Digital: Kepastian Melalui Pre-Approval Segera
Guna mempercepat proses birokrasi perbankan yang selama ini dianggap memakan waktu, PDaja.com memperkuat ekosistem digitalnya dengan fitur Self-Assessment.
Melalui fitur ini, calon nasabah dapat melakukan penilaian mandiri terhadap aset dan profil finansial mereka secara online di www.padaja.com.
Sistem PDaja.com akan memberikan status Pre-Approval serta estimasi plafon pinjaman secara instan setelah formulir dilengkapi. Langkah ini memberikan transparansi dan kepastian di awal bagi nasabah, sebelum mereka melanjutkan ke tahap verifikasi dokumen fisik.
Layanan ini mencakup berbagai jenis agunan properti, mulai dari rumah tinggal, rumah toko (ruko), apartemen, hingga gudang, yang dapat digunakan untuk kebutuhan produktif maupun multiguna.
Komitmen Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Chief ESME Business Bank Sampoerna, Rudy Mahasin, menegaskan bahwa kehadiran PDaja.com merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menghadirkan layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa akses modal yang mudah dan fleksibel adalah kunci pendorong roda ekonomi. Melalui teknologi digital, kami berupaya menjembatani kesenjangan antara pemilik aset dan kebutuhan likuiditas, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian perbankan,” tutur Rudy.
Bank Sampoerna mencatat bahwa minat terhadap pembiayaan berbasis properti dengan skema fleksibel terus tumbuh positif. Ke depan, PDaja.com berkomitmen untuk tidak hanya menjadi penyedia jasa keuangan, tetapi juga menjadi mitra edukasi finansial yang membantu masyarakat mengambil keputusan yang terukur demi keberlangsungan finansial jangka panjang.
