foto ist
KOBE – Kementerian Perdagangan RI berkolaborasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Osaka menampilkan produk-produk dari 16 jenama fesyen, aksesori, dan perhiasan Indonesia dalam gerai sementara (pop-up store) di Kobe Marui Department Store, Kobe, Jepang.
Pop-up store ini berdiri di lantai 1 di
area seluas 80 m2 pada 15–21 April 2026. Promosi di pusat perbelanjaan Jepang menjadi cara aktif Pemerintah Indonesia mendorong produk kreatif unggulan menjangkau konsumen di pasar tujuan ekspor.
“Hadirnya produk-produk Indonesia melalui pop-up store di Kobe menjadi kesempatan untuk memperluas pemasaran produk fesyen dan aksesori Indonesia ke pasar global, khususnya Jepang,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi secara terpisah dari Jakarta, menanggapi pelaksanaan pop-up store.
“Upaya ini perlu dilakukan untuk semakin menunjukkan bahwa kreativitas jenama Indonesia berpotensi besar bersaing di pasar dunia,” imbuhnya.
Pada kategori fesyen, sembilan jenama yang dihadirkan, yaitu PROSA Archive, Kain Ibu, Neu Men, Dama Kara, Aruna Creative.id, Rosita Batik Shibori, Tieka Huza, Dan Liris, dan JS Cultura.
Kemudian, lima jenama dari kategori aksesori, yakni Kay Leather, Shamara, Miumosa, Malva, dan Long Story Short. Selain itu, dua jenama dari kategori perhiasan adalah Komang Tri Kreasi dan Manika Jewelry.
Pop-up store merupakan hasil sinergi Kemendag RI, Konsulat Jenderal RI di Osaka, dan Bateeq Japan.
Konsul Jenderal RI di Osaka John Tjahjanto Boestami menyampaikan, Kobe merupakan salah satu kiblat fesyen di wilayah Jepang Barat.
Ia menjelaskan, Kobe bukan sekadar kota fesyen karena tren semata, melainkan buah dari sejarah panjang serta interaksi erat antara industri, gaya hidup, dan budaya masyarakatnya yang elegan.
Kobe juga merupakan salah satu kota pelabuhan internasional di Jepang yang sangat penting bagi perdagangan luar negeri.
Untuk itu, berbagai peluang kerja sama perdagangan dengan mitra setempat perlu terus dijajaki untuk semakin meningkatkan ekspor produk Indonesia ke pasar Jepang.
“Kami melihat antusiasme pasar Jepang terhadap produk fesyen dan aksesori asal Indonesia terus meningkat. Oleh karena itu, hadirnya produk-produk Indonesia di Kobe menjadi ajang yang sangat strategis untuk menunjukkan keunggulan kualitas produk Indonesia secara langsung kepada para buyer potensial di Jepang,” ujar John.
Sementara itu, Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Osaka Didit Akhdiat Suryo menyampaikan, karakteristik buyer di Jepang membuka peluang untuk memperluas produk fesyen dan aksesori Indonesia di Negeri Sakura.
“Konsumen di Jepang sangat menghargai kualitas dan desain, serta terbuka terhadap produk internasional yang memiliki nilai estetika dan cerita. Rangkaian kegiatan pop-up store di Kobe menjadi langkah strategis promosi dan penguatan awareness produk fesyen dan aksesori Indonesia di pasar Jepang,” ujarnya.
