foto ist
PADANG – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Teluk Bayur melayani muat produk turunan kelapa sawit pada MT Southern Anoa pada Rabu, 15 April 2026. Kunjungan kapal tujuan ekspor ke Port Qasim, Pakistan ini menjadi bukti komitmen berkelanjutan PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur dalam memfasilitasi arus komoditas unggulan seperti produk turunan kelapa sawit di Sumatera Barat guna mendukung peningkatan perekonomian dan ekspor nasional.
Kapal dengan panjang (LOA) 146 meter dan bobot 11.863 GT tersebut sandar di Dermaga Khusus Curah (DKC) 1 Gaung, Pelabuhan Teluk Bayur. Kapal berbendera Liberia yang dinakhodai oleh Capt. Diana Jigger ini direncanakan membawa muatan total sebesar 18.000 ton produk turunan kelapa sawit, yang terdiri dari 4.300 ton RBDPO (Refined, Bleached, and Deodorized Palm Oil), 5.000 ton ROL (Refined, Bleached, and Deodorized Olein), dan 8.700 ton RBDPS (Refined, Bleached, and Deodorized Palm Stearin).
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur, Fauzi, menyatakan bahwa perusahaan terus berupaya memberikan dukungan maksimal bagi distribusi barang, baik untuk kebutuhan ekspor dalam rangka meningkatkan devisa negara maupun impor untuk menjaga ketersediaan pasokan barang di dalam negeri.
“PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur berkomitmen penuh dalam mendukung distribusi dari dan ke Sumatera Barat. Saat ini, langkah strategis terbaru kami fokuskan pada Optimalisasi DKC 2 Gaung. Hal ini dilakukan guna merespons peningkatan volume produksi seiring dengan beroperasinya pabrik refinery kedua milik PT Padang Raya Cakrawala,” ujar Fauzi.
