Thales akan menerapkan program pelatihan keamanan siber eksklusif bagi mahasiswa Universitas Pertahanan (UNHAN) RI untuk memperkuat keterampilan mereka dalam pertahanan siber. Program ini akan fokus pada topik-topik yang mencakup intelijen ancaman siber, deteksi, dan investigasi, guna meningkatkan kompetensi profesional mahasiswa yang selaras dengan standar internasional.
JAKARTA – Dengan keamanan siber sebagai salah satu pilar pelindung keamanan data dan penguatan pertahanan nasional, Universitas Pertahanan (UNHAN) RI dan Thales menandatangani Implementing Arrangement pada Selasa, 24 Februari 2026 untuk memulai kolaborasi dalam membangun keahlian keamanan siber lokal.
Dokumen tersebut ditandatangani di Jakarta oleh Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, Rektor UNHAN RI, dan Bapak Nicolas Bouverot, Vice-President Thales untuk Asia.
Antara Januari hingga Juli 2025, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat 3,64 miliar serangan siber atau anomali lalu lintas di nusantara. Jika ditargetkan pada infrastruktur kritis, operasional pemerintah, atau sistem militer, serangan-serangan ini memiliki kapasitas untuk mengancam keamanan nasional secara signifikan, mengganggu layanan esensial, dan menciptakan ketidakstabilan ekonomi.
Dioperasikan oleh Kementerian Pertahanan RI, UNHAN RI mendidik dan melatih pejabat militer dan sipil Indonesia, terutama di bidang yang berkaitan dengan pertahanan nasional, keamanan, dan ilmu militer.
Prevalensi serangan siber di Indonesia terhadap lembaga publik dan swasta telah mendorong UNHAN RI untuk menawarkan pendidikan sarjana dan pascasarjana khusus di bidang pertahanan siber.
Thales memiliki lebih dari 6.000 pakar dan pengembang keamanan siber di seluruh dunia, termasuk tim khusus di Indonesia, yang menawarkan solusi untuk menghadirkan keamanan, kepercayaan, dan ketahanan bagi sektor-sektor utama dan infrastruktur kritis.
Hadir di Indonesia selama lebih dari 45 tahun, kolaborasi baru dengan UNHAN RI ini memperkuat komitmen Thales untuk membangun kapabilitas lokal, meningkatkan sumber daya manusia, dan mengembangkan literasi siber di salah satu ekonomi digital dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Angkatan pelatihan pertama akan dipilih secara bersama oleh UNHAN RI dan Thales, dengan program yang diperkirakan akan dimulai pada kuartal kedua tahun 2026.
“Universitas Pertahanan RI berkomitmen untuk mempersiapkan para pemimpin pertahanan masa depan yang adaptif, cakap secara teknologi, dan siap merespons tantangan keamanan yang terus berkembang. Kami percaya bahwa kolaborasi dengan mitra strategis seperti Thales akan berkontribusi secara signifikan terhadap misi ini,” ujar Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, Rektor UNHAN RI.
Sementara itu, Nicolas Bouverot, Vice-President Thales untuk Asia mengatakan, selama 45 tahun terakhir, Thales telah membantu pertahanan Indonesia dengan sistem-sistem kritis yang dipasok dan dipelihara bersama Tentara Nasional Indonesia.
Pilar penting kedaulatan Indonesia terletak pada pertahanan siber. Ini adalah perjanjian pertama Thales dengan universitas ternama di Indonesia, dan ini mewakili komitmen Thales untuk melatih dan membina generasi talenta keamanan siber berikutnya yang dapat membantu menjaga pertahanan Indonesia.
“Kami berharap ini dapat menjadi model bagi kemitraan akademik di masa depan pada topik-topik yang lebih luas nantinya,” ujar Nicolas Bouverot.
