Laskar AI bukan sekedar pelatihan tetapi sebuah gerakan untuk membangun Indonesia yang berdaulat dibidang AI. Inklusif bagi seluruh peserta dan berdampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional (foto indopostrust)
JAKARTA – Lintasarta, sebagai AI Factory dibawah naungan Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH), Kamis (14/8/2025) mewisuda 412 peserta program beasiswa Laskar AI. Prosesi graduation digelar di Menara Arcadia, Jakarta.
Acara tersebut menjadi bukti nyata dari Lintasarta mencetak talenta digital nasional yang handal dan mumpuni. Ratusan AI Engineer dari program beasiswa Laskar AI siap diserap sebagai tenaga kerja di Lintasarta, mitra strategis, dan mitra bisnis lintas sektor.
Hadir dalam acara kelulusan program beasiswa Laskar AI, Bayu Hanantasena, President Director & CEO Lintasarta; Andry Gunawan, Enterprise Business Country Manager NVIDIA; Gidion S Barus, Chief Cloud Officer Lintasarta; Prof. Dr. rer. Pol. Heri Kuswanto, M.Si Direktur Bina Talenta, Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI ; Boni Pudjianto, PhD, Kepala BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital RI ; Narenda Wicaksono, Founder & CEO Dicoding, dan perwakilan peserta Laskar AI. Serta peserta lainnya dari berbagai daerah melalui daring.
Seperti diketahui, saat ini kehadiran aplikasi berbasis AI, seperti ChatGPT, Google Gemini, CapCut dan lainnya, semakin mempopulerkan Kecerdasan Artifisial (AI) di seluruh dunia. Termasuk di Indonesia.
Adapun Laskar AI merupakan bagian dari gerakan AI Merdeka yang diluncurkan Lintasarta bersama Dicoding dan mitra global NVIDIA. Program ini dirancang untuk mencetak talenta digital unggul di bidang kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dari berbagai penjuru Indonesia.
Bayu Hanantasena, President Director & CEO Lintasarta mengatakan AI Merdeka yang diluncurkan pada bulan November 2024, adalah sebuah gerakan kolaboratif yang diinisiasi oleh Lintasarta sebagai AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH).
“Dalam hal ini dibangun atas tiga program utama. Yang pertama adalah Laskar AI, ini adalah gerakan untuk mengembangkan talenta digital nasional. Jadi kita kembangkan talent talent terbaik di Indonesia untuk menguasai AI untuk Indonesia,” ujar Bayu di acara Graduation Laskar AI, Kamis (14/8/2025).
Kemudian yang kedua jelas dia, adalah Semesta AI yang diluncurkan pada 24 Juli 2025. Yaitu untuk membangun AI Ekosistem dengan peserta dari para startup dan Internet Service Provider (ISP) di Indonesia.
“Ada 20 yang terpilih untuk mengikuti tahap selanjutnya dan juga 30 startup dan ISP yang mendapat pelatihan teknis jadi totalnya ada 50. Kemudian tentunya setelah ada talenta kemudian ada semestanya, outputnya juga sudah pasti ada AI use case untuk Indonesia. Jadi gerakan ini untuk mewujudkan kedaulatan AI untuk Indonesia,” ujar Bayu.
“Hari ini kita merayakan pencapaian salah satu tonggak penting dari gerakan AI Merdeka yaitu Graduation day Laskar AI 2025. Program Laskar AI angkatan pertama telah berjalan intensif mulai dari Februari 2025 hingga Juni 2025 ini mencapai tahap terakhir yaitu Graduation sebanyak 412 Laskar AI resmi diwisuda. Sekali lagi saya ingin mengucapkan selamat, tidak semuanya lulus. Dan kalau rekan-rekan ingat tidak semuanya bisa mengikuti Laskar AI jadi rekan-rekan semuanya adalah yang terpilih dari yang terpilih,” imbuh Bayu kepada para lulusan Laskar AI.
Selain itu kata dia ada 40 Lulusan terbaik yang telah memberikan keunggulan dan dedikasi yang luar biasa. Jadi terbaik terbaik dari yang terbaik.

Penandatanganan Kerjasama dengan Bank Banten, LMD, & CHRO Lintasarta (foto indopostrust)
Seperti diketahui, program Laskar AI mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Dengan jumlah pendaftar sebanyak 13.588 pendaftar.
Sedangkan yang berhasil lolos untuk mengikuti program Laskar AI sebanyak 547 peserta (mahasiswa dan fresh graduate terpilih) dari 197 kampus dan 110 (profesional dan dosen terpilih) dari 70 institusi di seluruh Indonesia. Mereka berasal dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.
Dari jumlah tersebut, 412 peserta atau sebanyak 82 persen dinyatakan lulus. 28 persennya adalah wanita. Menariknya 21 persen yang lulus bidangnya non IT. 64 persen peserta yang lulus berasal dari kota kecil dan menengah.

Program Laskar AI berlangsung selama hampir satu semester untuk mahasiswa-setara 958 jam pembelajaran-dan 626 jam pelatihan untuk profesional dan dosen, Laskar AI mengusung kurikulum berbasis industri dengan metode project-based learning.
Peserta dibekali keterampilan AI, pemrograman, pengolahan data, machine learning, dan kurikulum berbasis industri. Laskar AI tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga pengalaman nyata yang mempersiapkan peserta untuk langsung terjun ke dunia kerja.
Sebagai puncak pembelajaran, peserta mahasiswa berkewajiban menyelesaikan Capstone Project berdurasi 250 jam yang menghasilkan lebih dari 100 portofolio proyek AI, dengan 13 proyek di antaranya diakui sebagai pengganti skripsi oleh perguruan tinggi asal peserta—sebuah pengakuan atas kualitas dan relevansi nyata dari materi yang dipelajari.
“Selama program berlangsung para peserta tidak hanya mempelajari teknologi AI dari sisi teknis. Tetapi juga mengaplikasikannya melalui Capstone Projectc yang relevan dengan kebutuhan industri. Jadi rekan-rekan sudah membuat ratusan AI project dan hasilnya kita melihat lahirnya karya inovatif yang membuktikan talenta Indonesia akan dan sudah mampu bersaing di panggung global,” ujar Bayu yang tampak terharu dan bangga dengan para lulusan Laskar AI.
Bayu menambahkan, kesuksesan program ini tidak lepas dari dukungan pemerintah dan berbagai pihak.
“Untuk itu izinkan saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI yang mendukung penuh pengembangan talenta digital. Juga kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) RI yang juga berperan penting membangun ekosistem dan infrastruktur digital nasional. Dan tentunya NVIDIA sebagai mitra strategis kami yang memberikan akses teknologi dan pembelajaran. Tentunya juga kepada Dicoding sebagai mitra mitra penyelenggara penyelenggara program Laskar AI dan tentunya semua perguruan tinggi mitra yang menyiapkan mahasiswa terbaiknya. Juga kepada tim pelatih mentor dan seluruh pihak dalam menjalankan program ini,” jelas Bayu.
“Laskar AI bukan sekedar pelatihan tetapi sebuah gerakan untuk membangun Indonesia yang berdaulat dibidang AI. Inklusif bagi seluruh peserta dan berdampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional bagi para lulusan hari ini ilmu yang sudah dapat dan keterampilan yang didapat di Laskar AI adalah bekal-bekal berharga untuk terus berinovasi dan menciptakan solusi Jadilah Duta Indonesia yang membanggakan,” imbuhnya.
Lebih lanjut Bayu mengatakan, agar menjadikan Graduation Laskar AI 2025 sebagai tonggak penting dalam melahirkan talenta-talenta AI Indonesia yang unggul dan akan membawa mengantarkan Indonesia menuju Indonesia emas 2045.

Sementara itu, Andry Gunawan, Enterprise Business Country Manager NVIDIA mengatakan di NVIDIA pihaknya percaya bahwa kecerdasan Artifisial bukan lagi sekedar teknologi masa depan, tetapi juga membangun ekonomi bangsa dan negara.
“NVIDIA menyediakan teknologi untuk bisa diakses semaksimal mungkin. Dan NVIDIA sudah berkolaborasi dengan beberapa negara dan lembaga dengan menghadirkan kurikulum pada NVIDIA akademi. Kemudian dengan laskar Ai ini kita berharap teman-teman sudah bisa punya AI talent yang kelas dunia yang bisa berkompetisi dengan dunia yang punya kesempatan juga dengan teknologi yang sudah terbaru yang ada di Lintasarta. Yang sudah sama dengan yang ada di dunia saat ini,” ujarnya.
“Hari ini kolaborasi stakeholder-stakeholder ini bukan main main, ada pemerintah disini, ada swasta investor dari Lintasarta. Saya rasa itu sudah kolaborasi yang sangat baik. Kepada seluruh lulusan Laskar AI saya berpesan jadilah pelopor dan selalu positif kembangkan skill. Saya berharap dari teman-teman ada yang jadi leader untuk nanti jadi startup yang terbaik yang bisa tampil di event NVIDIA nanti,” imbuh Andry.
Sementara itu, Prof. Dr. rer. Pol. Heri Kuswanto, M.Si Direktur Bina Talenta, Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi komitmen dari Lintasarta, NVIDIA dan Dicoding yang telah memberikan pelatihan teknologi intensif bagi ratusan peserta.
“Tentunya inisiatif Lintasarta untuk bersinergi dengan kementerian dan universitas guna melahirkan talenta AI yang unggul dan berdampak, patut diteladani sektor swasta lainnya. ini bisa menjadi embrio awalan yang bisa menjadi motivasi atau inisiatif juga buat teman-teman yang punya inisiatif dan insentif yang sama untuk mengembangkan talenta-talenta AI,” ujarnya.
“Bagi mahasiswa termasuk lulusan hari ini tentunya selain dapat konversi SKS dari belajar sekitar 958 jam ini adalah kesempatan buat adik adik semua untuk bisa berkarir,” imbuh Prof. Heri.
Boni Pudjianto, PhD, Kepala BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital RI mengatakan pihaknya mengapresiasi program Laskar AI. Ia pun mengucapkan selamat kepada mereka yang lulus.
“Program Laskar AI ini jangan hanya sekali tapi harus rutin. Karena kebutuhan talenta digital luar biasa,” ujarnya.
Pihaknya kata Boni mengajak semua pihak untuk berkolaborasi. Sehingga kita bukan hanya menjadi pasar dari solusi solusi luar.
“Tapi kita harus punya kedaulatan AI kedepan. Mesin boleh datang, tapi kita harus punya membangun ekosistem sehingga data-data itu juga berasal dari kita. Kalau kita punya GPU sendiri khusus ketahanan AI, maka data-data sesuai dengan kebutuhan kita. Data itu bisa punya nilai yang tinggi. Sesuai dengan nilai Pancasila. Sesuai dengan kebudayaan dan lainnya benar-benar nilai Indonesia,” ujarnya.
Boni kembali menegaskan apresiasinya terhadap Program Laskar AI.
“Saya sangat mengapresiasi, ini adalah komitmen sektor industri, Lintasarta dalam rangka akselerasi pengembangan talenta digital Indonesia. Hingga kehadiran program ini akan memperkuat kemandirian dan kedaulatan digital nasional,” ujarnya. (dai)
