Perjalanan satu dekade IDDC ini diperingati melalui acara “DASA DAYA: Desain Menguatkan Usaha, Menggerakkan Indonesia” di Gedung IDDC, Jakarta, pada Selasa, (29/9). foto ist
JAKARTA – Kementerian Perdagangan terus memperkuat aspek desain untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Komitmen ini diwujudkan, salah satunya, melalui Indonesia Design Development Center (IDDC) sebagai wadah kolaborasi pemerintah dengan pelaku usaha, desainer, akademisi, asosiasi, dan pemangku kepentingan lainnya. IDDC pun telah menjadi simpul pengembangan desain produk berorientasi ekspor selama satu dekade terakhir.
Perjalanan satu dekade IDDC ini diperingati melalui acara “DASA DAYA: Desain Menguatkan Usaha, Menggerakkan Indonesia” di Gedung IDDC, Jakarta, pada Selasa, (29/9).
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menanggapi momentum satu dekade IDDC tersebut. Ia mengatakan, desain tidak hanya merupakan elemen estetis, tetapi juga instrumen strategis peningkatan nilai tambah produk dan pendorong perekonomian nasional.
“Desain bukan sekadar urusan estetika, melainkan instrumen strategis untuk meningkatkan nilai tambah produk dan memajukan perekonomian. Intervensi desain harus memberi dampak ganda yang secara mikro mendorong pelaku usaha untuk naik kelas dan secara makro menggerakkan ekonomi Indonesia,” ujar Puntodewi secara terpisah.
Selama satu dekade, IDDC telah menghadirkan berbagai program pengembangan desain. Program-program tersebut, antara lain, pendampingan desain produk langsung ke pelaku usaha melalui Designers Dispatch Service (DDS) dan Klinik Desain, serta fasilitasi ke kompetisi desain internasional Good Design Indonesia (GDI) di Jepang.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Deden Muhammad Fajar Shiddiq, menekankan pentingnya desain dalam peningkatan daya saing produk ekspor.
Menurutnya, daya saing tidak hanya berasal dari efisiensi produksi, rantai pasok, dan logistik. Persaingan di pasar global turut ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk bernilai tambah. Dalam hal ini, desain menjadi faktor pembeda untuk menghasilkan nilai tambah tersebut.
“Ada beberapa parameter yang menentukan daya saing ekspor kita, salah satunya adalah desain. Desain merupakan salah satu faktor yang sangat penting, terutama untuk beberapa produk seperti kriya, fesyen, hingga alas kaki. Sebab, desain menjadi salah satu komponen utama yang menjadi acuan dari buyer sebelum berkomitmen untuk transaksi,” ujarnya.
