Layanan bongkar petikemas perdana di Terminal Kijing menjadi tonggak pengembangan pelabuhan dalam mendukung aktivitas perdagangan, industri, dan distribusi logistik di Kalimantan Barat. (foto ist)

MEMPAWAH – Terminal Kijing yang berlokasi di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, resmi melayani kegiatan petikemas perdana. 

Kehadiran layanan ini menandai langkah baru dalam pengembangan Terminal Kijing sejak diresmikan pada 9 Agustus 2022 sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional yang mendukung pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan industri di Kalimantan serta memperkuat perannya sebagai gerbang logistik di wilayah barat Pulau Kalimantan.

Pelayanan bongkar petikemas perdana tersebut merupakan hasil sinergi Pelindo Group melalui Pelindo Regional 2 Pontianak bersama PT Pelindo Multi Terminal melalui anak usahanya, PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) dan PT Pelindo Terminal Petikemas melalui anak usahanya yaitu PT IPC Terminal Petikemas. 

Sebagai bagian dari Pelindo Grup, saat ini PTP Nonpetikemas dipercaya sebagai satu-satunya operator di Terminal Kijing yang mengelola layanan operasional terminal guna memastikan aktivitas kepelabuhanan berjalan secara aman, andal, dan produktif.

Kegiatan perdana tersebut dilaksanakan melalui kedatangan kapal TB Megah 1611/TK MMSS 2711 milik PT Pulau Laut Line yang melayani rute Pasir Gudang–Batam–Kijing–ICA–Kijing–Pasir Gudang. Pada kunjungan perdananya, kapal tersebut membongkar 70 peti kemas kosong (empty container) di Terminal Kijing. 

Pelayanan ini menandai dimulainya operasional layanan peti kemas di Terminal Kijing setelah berbagai persiapan infrastruktur, peralatan, sistem operasional, dan aspek regulasi diselesaikan oleh Pelindo Group.

General Manager Pelindo Regional 2 Pontianak, Kalbar Yanto, mengatakan pelayanan perdana peti kemas merupakan pencapaian strategis dalam upaya menjadikan Terminal Kijing sebagai gerbang logistik modern di Kalimantan Barat.

“Pelayanan perdana peti kemas di Terminal Kijing merupakan tonggak penting dalam pengembangan pelabuhan modern di Kalimantan Barat,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).

“Dengan mulai beroperasinya layanan peti kemas, Terminal Kijing semakin siap mendukung kelancaran arus logistik, meningkatkan daya saing ekspor daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi di Kalimantan Barat,” imbuh Yanto.

Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, mengatakan bahwa keberhasilan pelayanan perdana ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak dalam mempersiapkan Terminal Kijing sebagai salah satu simpul logistik strategis di Indonesia.