Keterangan foto (ki-ka): Dirut Irwan Hidayat, David Hidayat, Sandra Hidayat, Sigit Hartojo, Johan Hidayat serta J Sofjan Hidajat (via zoom) usai melaksanakan RUPST 2026 yang juga telah menetapkan Irwan Hidayat sebagai Dirut.
SEMARANG – Dr. (H.C.) Irwan Hidayat kembali dipercaya dan ditetapkan sebagai Direktur Utama atau Chief Executive Officer (CEO) PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, setelah mayoritas pemegang saham Sido Muncul dalam forum RUPST 2026, menginginkan dirinya menjadi nahkoda baru efektif per 9 April 2026.
Irwan Hidayat menggantikan posisi adik kandungnya, David Hidayat yang berganti posisi sebagai Direktur Operasional di jajaran Board of Director (BoD) Sido Muncul, setelah menjadi Dirut selama 9 tahun.
Irwan Hidayat mengatakan penunjukan ini menegaskan arah baru kepemimpinan emiten berkode saham SIDO sekaligus menjadi langkah strategis dalam menyiapkan transisi bisnis kepada generasi penerus, yakni para anak-anak dari 5 bersaudara generasi ketiga Sido Muncul, yakni Irwan Hidayat, J Sofjan Hidajat, Johan Hidayat, Sandra Hidayat dan David Hidayat.
“Penunjukan saya kembali sebagai Dirut telah menjadi kesepakatan kami berlima sebagai pemegang saham pendiri dan terbesar Sido Muncul yang kemudian ditetapkan dalam forum RUPST,” ujar Irwan Hidayat kepada wartawan usai RUPST Sido Muncul di Agrowisata Sido Muncul, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).
Irwan dikenal sebagai sosok penting dalam perjalanan panjang Sido Muncul yang kini memasuki usia 75 tahun dan lebih banyak berperan utama melakukan branding ciamik Sido Muncul sehingga sangat populer di top of mind masyarakat Indonesia bahkan konsumen dunia ini.
Bersama keempat saudaranya, sulung dari pasangan generasi kedua Sido Muncul, Jahja dan Desy Hidayat ini telah mengawal transformasi perusahaan dari industri jamu tradisional rumahan di Yogyakarta dan diteruskan di Semarang kini telah menjelma menjadi raksasa industri herbal nasional. Bahkan menyamai perkembangan pesat industri farmasi dengan brand lokal berdaya saing global.
Sido Muncul tak hanya berkembang sebagai bisnis keluarga, tetapi juga menjelma menjadi salah satu kekuatan industri herbal nasional yang mampu melewati batas-batas negara, menembus pasar internasional.
Dalam RUPST Sido Muncul, Irwan menggantikan si bungsu, David Hidayat yang menjabat sejak 17 Mei 2018 hingga 9 April 2026.
Selanjutnya, David akan melanjutkan perannya sebagai Direktur bersama Maria Reviani Hidayat, Budiyanto, dan Darmadji Sidik.
Pergantian ini mencerminkan kesinambungan, keberlanjutan, dan kepemimpinan yang telah terbangun secara terarah, terukur, proporsional dan penyiapan generasi keempat untuk membesut industri jamu dan farmasi terbesar dan termodern ini lebih gemilang.
Irwan menegaskan komitmennya bersama 4 saudaranya dalam menjaga dan mengawal kinerja sekaligus menyiapkan regenerasi kepemimpinan Sido Muncul ke depan dengan cara musyawarah untuk sepakat dengan semangat saling menghormati, menghargai, dan saling mendukung antara kakak-beradik yang ditularkan kepada para keturunan mereka.
Dia juga menyinggung bahwa pergantian puncak pimpinan SIDO merupakan bagian dari proses regenerasi yang telah dirancang secara kolektif.
Kepemimpinan ke depan, tandas Irwan, akan dijalankan bersama tim sebelum diserahkan kepada generasi berikutnya.
“Saya sebagai CEO akan melibatkan direksi lain. Jadi saya bekerja tidak sendiri. Kita siapkan juga generasi berikutnya. Jumlahnya ada 13 orang yang akan kita siapkan bersama-sama agar kedepan, kinerja bisa lebih meningkat,” ungkap Irwan.
Untuk mendukung proses tersebut, Sido Muncul menyiapkan lima pilar strategi utama yang mencakup transparansi, efisiensi, hingga edukasi pasar.
Irwan menekankan pentingnya membangun sistem berbasis aturan internal yang kuat atau key process guna mencegah friksi- bisa saja terjadi- di masa depan sehingga perseroan tetap kuat dan kokoh.
Dia juga menyebut suksesor akan disiapkan sebagai calon pemimpin baru untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dan bisnis ke depan.
Selain itu, perusahaan juga melakukan pembenahan melalui inventory adjustment dan efisiensi pengadaan barang berbasis digital lewat sistem Sido Monitoring Real Time (SMART), yang ditujukan untuk menjaga arus kas sekaligus menekan potensi penumpukan stok di pasar.
“Kita mau melakukan hal-hal supaya cara kerjanya efisien. Efisiensi menjadi kata kunci korporasi terus survive dan berkelanjutan,” terang Irwan.
Sementara itu, di tengah tekanan global yang berdampak pada kenaikan biaya produksi, Irwan menegaskan perusahaan tetap berupaya menjaga kinerja on the right track.
CEO yang kerap mendapatkan award ini tidak memungkiri perusahaan seperti Sido Muncul juga mengalami tekanan biaya akibat dampak dinamika geopolitik dunia yang salah satunya adalah imbas perang Iran versus Israel-Amerika.
Meski begitu Irwan tetap optimistis menghadapi situasi yang serba tidak bisa diprediksi ini.
“Yang penting itu saya optimis, serius melakukan kerja yang efisien dan prosesnya benar dulu. Kita akan berusaha supaya profit-nya tetap stabil. Syukur bisa meningkat. Dan sales-nya terus mengalami growth,” ujarnya.
Berdasarkan pengalaman belasan tahun, Doktor Kehormatan dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini mengungkapkan bahwa industri jamu memiliki daya tahan tersendiri atau memiliki resilien tinggi, saat kondisi Covid-19 dan dalam situasi ekonomi yang tidak baik-baik saja.
“Perusahaan ini (Sido Muncul) punya pengalaman panjang. Di saat kondisi susah, malah banyak orang cari Tolak Angin. Itu kenyataan dan puji Tuhan, kita pun dapat berkat sebagai orang yang selalu beruntung,” beber Irwan.
Pasar Food Supplement dan Ekspansi Global
CEO Sido Muncul ini melihat peluang besar di pasar domestik, khususnya untuk produk suplemen kesehatan yang dinilai masih belum tergarap optimal.
“Pasar domestik ini belum sepenuhnya terisi oleh produk-produk SIDO. Contohnya food supplement, masih kecil sekali. Jadi kita punya kesempatan mengisi dan memperluas pasar dalam negeri serta pasar ekspor,” ungkap dia.
Irwan mencontohkan, produk andalan seperti Tolak Angin telah memiliki pangsa pasar kuat, menguasai pasar nasional.
“Kalau Tolak Angin kita memang 72 persen menjadi pemain utamanya. Akan tetapi food supplement masih kecil yang mengisinya,” tambahnya.
Untuk memperluas pasar, Sido Muncul juga berencana melakukan ekspansi internasional, termasuk membuka kantor pemasaran di luar negeri.
“Kemarin rencananya, kami membuka kantor di Arab Saudi, tapi karena kondisi kawasan Timur Tengah lagi membara karena perang. Jadi kita lagi nyari di negara lain,” jelasnya.
Sementara itu, dalam momentum RUPST kali ini, Irwan juga mengkampanyekan gerakan: “Ayo Menabung Saham” sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dengan kepemilikan saham perusahaan-perusahaan nasional dan bukan asing.
“Saya berharap masyarakat menabung uang bukan di lemari. Akan tetapi dalam bentuk saham. Dan benefit bisa dapat dua hal. Pertama, membantu usaha. Kedua, dapat nilai perusahaan (dividen),” jelasnya.
Untuk itu Irwan mendorong literasi keuangan melalui contoh nyata, termasuk dari internal perusahaan yang dia pimpin.
“Kalau cuma ngomong ayo beli, ya nggak cukup begitu. Saya beli, karyawan beli dan investor ikut beli. Itu cara kita meningkatkan literasi. Dan jangan lihat dari jumlah saham yang mereka beli, tapi dari berapa banyak orang yang mau ikut. Kalau banyak yang ikut, itu akan menumbuhkan kesadaran kolektif,” pungkas Irwan.
Karyawan Miliki Saham
Respon karyawan terhadap ajakan Irwan sangat positif. Mereka antusias untuk ikut menabung saham.
Salah satunya Ardi Prasetyo yang telah bekerja di pabrik Sido Muncul selama satu dekade.
“Awalnya karena kita tercatat sebagai karyawan cukup lama. Maka saat perusahaan memberikan penghargaan pengabdian 10 tahun, saya tabung saja uang tersebut dalam bentuk saham SIDO untuk juga belajar berinvestasi,” tuturnya.
Ardi mengaku telah membeli 50 lot saham dan telah mendapatkan manfaat dividen.
“Saya sudah beli 50 lot. Satu lot ada 100 Iembar, dan rata-rata teman-teman juga beli segitu. Bahkan ada yang lebih tinggi. Maka kelak akan mendapatkan deviden,” katanya.
Karyawan lainnya, seperti Farida, malah mengaku lebih lama berinvestasi sejak 13 tahun lalu.
“Awal investasi saham saat penghargaan untuk karyawan 15 tahun. Saya dikasih 5 lot atau 500 lembar. Dari situ saya nambah lagi beli saham saat ada uang yang kita sisihkan,” ungkap Farida.
Dia juga memilih untuk tidak menjual sahamnya meskipun bisa saja kondisi menuntut untuk dia lepas. Farida lebih memilih menikmati hasil investasi jangka panjang.
“Nggak ingin saya jual. Saya akan diamkan aja. Dividennya nanti akan naik terus,” bebernya.
Baginya, investasi saham menjadi bagian dari perencanaan keuangan untuk masa pensiun.
Antusiasme karyawan ini menjadi gambaran bahwa literasi dan partisipasi investasi saham di kalangan pekerja semakin meningkat, seiring dorongan perusahaan dalam mengedukasi pentingnya menabung saham sejak dini.
Berikut jajaran Direksi dan Komisaris Sido Muncul
RUPST 2026 Sido Muncul telah menetapkan:
Direktur Utama: Irwan Hidayat
Direktur: David Hidayat
Direktur: Maria Reviani Hidayat
Direktur: Budiyanto
Direktur: Darmadji Sidik
Sementara untuk Susunan Dewan Komisaris Perseroan tidak mengalami perubahan dan tetap seperti sebelumnya, yakni:
Komisaris Utama: Jonatha Sofjan Hidajat
Komisaris: Johan Hidayat
Komisaris: Sigit Hartojo Hadi Santoso
Komisaris: Venancia Sri Indrijati Wijono
Komisaris Independen: Lindawati Gani
Komisaris Independen: Muhammad Adib Khumaidi.
