foto ist 

BOSTON– Indonesia tampil memukau dalam ajang Seafood Expo North America (SENA) 2026 pada 15–17 Maret 2026 di Boston Convention and Exhibition Center, Amerika Serikat (AS). 

Partisipasi tersebut mencatatkan capaian positif melalui raihan potensi transaksi sebesar USD 24,7 juta atau setara Rp419 miliar.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI Fajarini Puntodewi dalam kesempatan terpisah, menanggapi potensi transaksi tersebut. Raihan ini mencerminkan kuatnya daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global.

Ia menambahkan, tingginya minat terhadap komoditas unggulan Indonesia turut didorong kualitas produk, konsistensi pasokan, serta komitmen terhadap praktik keberlanjutan dan ketertelusuran (traceability) yang diusung pelaku usaha Indonesia.

“Potensi transaksi sebesar Rp419 miliar menunjukkan tingginya minat pasar global terhadap produk perikanan Indonesia. Minat terhadap komoditas unggulan seperti udang dan tuna tetap kuat, didukung persepsi positif atas kualitas produk, konsistensi pasokan, serta komitmen terhadap praktik keberlanjutan (sustainability) dan ketertelusuran,” ujar Puntodewi.

Sementara itu, Atase Perdagangan (Atdag) RI Washington D.C. Ranitya Kusumadewi mengatakan, lebih dari 50 pertemuan bisnis (business-to-business/B2B) pelaku usaha Indonesia dengan buyer dan importir utama di AS, baik mitra yang sudah ada maupun calon mitra baru, menjadi sumber dari potensi transaksi tersebut.

“Produk perikanan Indonesia seperti tuna, udang, kakap merah, gurita, cumi, dan tilapia mendapatkan respons positif dari sisi kualitas, harga, dan konsistensi pasokan. Selain transaksi langsung, sejumlah penjajakan kerja sama juga berpotensi berkembang menjadi kontrak pembelian dalam beberapa bulan ke depan,” ujar Ranitya.

Mengusung tema “Indonesian Seafood: Naturally Diverse, Safe, and Sustainable”, Paviliun Indonesia hadir menempati area seluas kurang lebih 55,7 m² di booth nomor 2664. 

Partisipasi Indonesia pada SENA 2026 melibatkan lima mitra dari asosiasi dan perusahaan nasional, yaitu Asosiasi Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Asosiasi Perikanan Pole & Line dan Handline Indonesia (AP2HI) yang diwakili oleh PT Benteng Laut Sejahtera, serta PT Intimas Surya, PT Dharma Samudra Fishing Industries Tbk, dan PT Sari Tuna Makmur.