foto ist
Den Haag – Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI Den Haag di Belanda memfasilitasi penjajakan bisnis (business matching) secara daring pada Kamis, (5/2/2026) untuk produk gudeg kaleng dan santan olahan.
Business matching ini mempertemukan pelaku usaha Indonesia, yaitu PT Risquna Dewaksara dan PT Aloe Vera Indonesia dengan importir Belanda Interaromat BV.
Potensi transaksi dari business matching ini diperkirakan mencapai USD 150 ribu atau sekitar Rp2,50 miliar.
Atase Perdagangan RI Den Haag Annisa Hapsari menyatakan, business matching digelar untuk menindaklanjuti ketertarikan importir Belanda Interaromat BV terhadap produk makanan olahan.
“Produk makanan berbasis nabati berpotensi menjangkau konsumen di Belanda yang tertarik dengan makanan etnik. Selain itu, minat terhadap produk olahan Indonesia menunjukkan adanya peluang untuk memperluas pasar ke Eropa,” ujar Annisa.
