foto indopostrust
JAKARTA – Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan PT Indomarco Prismatama (Indomaret) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dibidang ekonomi ritel, Selasa (22/7/2025).
Penandatanganan MoU yang berlangsung di Kantor Pimpinan Pusat GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Jakarta, dilakukan oleh Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor Addin Jauharudin dan CEO Indomaret Group Sinarman Jonatan. Hadir dalam acara tersebut Sekjen Kementerian Perdagangan Isy Karim.
“Kemendag memfasilitasi MoU ini, Insyaallah memberikan manfaat buat kita semua. Pada 2045 cita-cita kita jadi negara maju. Momen ini salah satu untuk merealisasikan itu. Sehingga akan muncul wirausaha-wirausaha baru,” ujar Isy Karim.
Sementara itu, Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin mengatakan kerja sama ini menawarkan tiga model usaha bagi kader GP Ansor.
- Pertama, model Indomaret sebagai level tertinggi dengan estimasi investasi sekitar Rp 500 juta (tidak termasuk bangunan dan lokasi).
- Kedua, BUMA (Badan Usaha Milik Ansor) Minimart untuk skala menengah dengan investasi sekitar Rp 160 juta.
- Ketiga, Warung (Waralaba Usaha Gotong Royong) BUMA sebagai model mikro dengan investasi berkisar Rp 45–60 juta.
“Skema bisnis ini terbuka untuk kader maupun pengurus di tingkat ranting hingga cabang, asalkan lokasi usaha terjangkau dari jaringan distribusi Indogrosir, anak usaha Indomaret yang memasok barang dari gudang regional,” ujarnya.
“Sepanjang tersedia jaringan Indogrosir di suatu daerah, maka Warung BUMA, Minimart, atau bahkan Indomaret bisa dibuka oleh kader Ansor,” imbuh Addin.
Kemitraan ini menggabungkan kekuatan tiga pihak: GP Ansor menyediakan jaringan kader dan lokasi usaha; Indomaret sebagai penyedia pasokan barang dan mitra operasional ritel; dan Bank Mandiri sebagai penyedia pembiayaan.
Bank Mandiri turut mendukung lewat skema pembiayaan fleksibel, antara lain bantuan rak senilai Rp 10 juta melalui program CSR serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 25 juta untuk pengadaan barang di Warung BUMA. Barang akan dikirim langsung dari gudang Indogrosir di masing-masing wilayah.
“Kader hanya bermodalkan 10 juta rupiah, lalu 10 jutanya dibantu Bank Mandiri dalam bentuk rak-rak sebagai CSR-nya dan 25 juta sebagai nilai barangnya. Jadi bagi sahabat-sahabat seluruh Indonesia, ini usaha yang sangat mudah sekali, tinggal pilih mau Indomaret, mau BUMA Minimart atau mau Warung BUMA,” ujarnya.
Addin menjelaskan, kolaborasi ini membuka peluang bagi kader Ansor untuk terlibat langsung dalam ekosistem bisnis ritel, mulai dari warung kecil hingga minimarket skala besar.
“Sudah lama kami mencari model pembangunan ekonomi berbasis organisasi yang efektif dan efisien. Selama setahun terakhir, kami terus belajar lewat berbagai proses trial and error. Kini kami menyempurnakan konstruksi model ini agar menjadi sistem yang tepat untuk pengembangan ekonomi kader,” ujar Addin.
Sementara itu, CEO Indomaret Group Sinarman Jonatan menyambut baik kolaborasi ini.
“Mou ini menciptakan kemandirian bisnis dibidang ritel. Saya sudah 40 tahun berkecimpung di industri ritel. Ini tampaknya mudah, tapi tidak mudah. Karena industri ritel ini sangat dinamis. Saya berterima kasih kepada Kemendag atas inisiatifnya mempertemukan kami dengan GP Ansor untuk melakukan MoU,” ujarnya.
Sinarman mengaku tersentuh oleh visi besar yang diusung GP Ansor.
“Cita-cita Pak Addin membuat saya merinding. Kami sadar, kami hanyalah bagian kecil dari rencana besar itu, dan kami siap mendukung sepenuhnya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar urusan bisnis, melainkan pembangunan manusia seutuhnya.
“Kita sedang membentuk masa depan bersama manusia-manusia yang mapan, jujur, melayani, dan cerdas. Itulah makna dari kerja sama ini,” jelas Sinarman.
