Yulius Ardi, Wealth Management Head, PT Bank Danamon Indonesia Tbk menjelaskan untuk mencapai tujuan perencanaan keuangan yang efektif, masyarakat perlu memiliki tingkat literasi dan inklusi keuangan yang memadai. Saat ini, indeks literasi dan inklusi keuangan di Indonesia menunjukkan tren yang positif, masing-masing mencapai 66,5% dan 80,5%. (foto ist)

 

JAKARTA – PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebagai organisasi yang berfokus pada nasabah (customer-centric organization), berkomitmen untuk menjadi financial solution provider yang berupaya untuk terus menawarkan solusi finansial sesuai dengan kebutuhan nasabah dan mencapai financial goals mereka. 

“Seperti diketahui, setiap orang memiliki mimpi dengan harapan untuk mewujudkannya. Namun, untuk memastikan mimpi tersebut tercapai, metode SMART (Spesific, Measurable, Achievable, Relevant, Time – Bound) dapat dijadikan opsi,” jelas Yulius Ardi, Wealth Management Head, PT Bank Danamon Indonesia Tbk di acara Journalist Class bertajuk Menulis Masa Depan: Karena Mimpi Tak Cukup Tanpa Perlindungan di Jakarta, Senin (30/6/2025).

Acara tersebut diikuti puluhan jurnalis dari berbagai media cetak dan online. Para jurnalis juga diajak belajar sambil bermain terkait perencanaan keuangan untuk masa depan. Misalnya bagaimana sebaiknya menempatkan dan membelanjakan uang untuk mewujudkan cita-citanya.

Lebih lanjut Yulius menjelaskan, berkaitan dengan perencanaan keuangan, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan:

-Plan/Dream (Merencanakan): Menentukan tujuan keuangan jangka pendek, menengah dan panjang.

-Grow (Mengembangkan): Mempersiapkan dana dengan usaha, investasi, dan manajemen utang.

-Secure (Mengamankan): Proteksi dari risiko hidup seperti sakit, kecelakaan, cacat tetap, atau meninggal dunia yang dapat menggagalkan rencana.

-Preserve (Melestarikan): Mewariskan mimpi yang telah terwujud dan aset ke generasi berikutnya.

“Untuk mencapai tujuan perencanaan keuangan yang efektif, masyarakat perlu memiliki tingkat literasi dan inklusi keuangan yang memadai. Saat ini, indeks literasi dan inklusi keuangan di Indonesia menunjukkan tren yang positif, masing-masing mencapai 66,5% dan 80,5%,” ujarnya.

Peningkatan ini juga tercermin pada sektor asuransi, dimana tingkat literasi dan inklusi asuransi masing-masing tercatat sebesar 45,5% dan 28,5%. Meskipun demikian, menurut laporan OJK tahun 2022, penetrasi premi asuransi di Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. 

“Rendahnya tingkat literasi ini mencerminkan tingginya risiko yang belum dikelola secara optimal. Jika dibiarkan, hal ini membuat masyarakat tidak siap menghadapi berbagai tantangan finansial, baik dalam hal perlindungan kesehatan, bisnis, maupun mitigasi risiko keuangan lainnya,” jelas Yulius.

Berkaca pada hal tersebut, asuransi menjadi salah satu jalan dan bentuk tanggung jawab di masa depan. 

Terdapat beberapa manfaat dengan memiliki asuransi: 

  • Melindungi aset dan dana tujuan
  • Menjaga arus kas tetap stabil
  • Memberi kepastian keuangan
  • Mengurangi risiko finansial
  • Mendukung strategi investasi

“Asuransi adalah cara untuk mengalihkan risiko finansial dari individu kepada perusahaan asuransi. Secara umum, asuransi terbagi dalam dua jenis, yakni asuransi jiwa dan asuransi umum,” ujar Yulius.

Lebih lanjut ia menjelaskan, terdapat tipe-tipe asuransi jiwa:

Asuransi Jiwa Berjangka

  • Memberikan perlindungan selama jangka waktu tertentu, misalnya 10, 20, atau 30 tahun
  • Manfaat dibayarkan jika tertanggung meninggal dunia selama periode tersebut
  • Premi biasanya lebih murah karena hanya untuk jangka waktu tertentu

Asuransi Jiwa Seumur Hidup

  • Memberikan perlindungan seumur hidup, biasanya hingga usia 99 atau 100 tahun
  • Uang pertanggungan bisa diklaim jika tertanggung meninggal dunia
  • Premi biasanya lebih mahal karena memberikan perlindungan seumur hidup

Asuransi PAYDI

  • Menggabungkan perlindungan jiwa dan investasi
  • Sebagian dari premi yang dibayarkan dialokasikan untuk investasi

Asuransi Jiwa Dwiguna

  • Selain memberikan manfaat perlindungan jiwa juga memberikan manfaat nilai tunai 
  • Memberikan manfaat jika tertanggung meninggal dunia atau hidup sampai akhir masa pertanggungan.

“Selain asuransi jiwa, terdapat asuransi umum yang mencakup berbagai jenis perlindungan antara lain: Asuransi Kendaraan, Asuransi Properti, Asuransi Perjalanan, Asuransi Kecelakaan Diri, Asuransi Pengangkutan, Asuransi Bisnis dan Asuransi Aneka,” pungkasnya.