foto ist 

BLITAR – Menteri Perdagangan Budi Santoso, atau Mendag Busan, meninjau pasokan telur ayam ras di tingkat peternak di Blitar, Jawa Timur. Upaya ini bagian dari persiapan menyambut bulan puasa 2025.

Ia pun mendapati bahwa pasokan telur ayam ras di Blitar dalam kondisi aman dan siap menghadapi bulan puasa dan Lebaran.

Hal tersebut ia sampaikan dalam kunjungannya ke Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (PUTERA) di Blitar, Jawa Timur, kemarin, (4/2). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kunjungan kerjanya ke Blitar pada 4 Februari 2025.

“Kami mengunjungi salah satu sentra produksi telur ayam ras di Blitar. Pasokan telur ayam ras tersedia dan harganya terjangkau. Seperti halnya berbagai komoditas barang kebutuhan pokok, kami akan jaga terus harga dan pasokan telur sampai Lebaran,” ujar Mendag Busan pascakunjungan.

Selain meninjau kandang ayam petelur dan mengamati kualitas telur di peternakan, Mendag Busan juga berdialog dengan para peternak telur.

Para peternak ini tergabung dalam Koperasi PUTERA Blitar. Ia melihat, kebutuhan nasional terhadap telur akan terus meningkat. Terutama, untuk mengakomodasi program pemerintah saat ini yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami minta para peternak untuk semangat bekerja. Program MBG pemerintah akan membutuhkan banyak telur. Keberhasilan peternak telur merespons kebutuhan ini dapat meningkatkan kualitas hidup para pihak yang terlibat, termasuk UMKM produk telur,” kata Mendag Busan.

Koperasi PUTERA Blitar memasok telur ayam ras yang diproduksi anggotanya ke Jakarta dan wilayah lainnya termasuk Kalimantan. Bahkan, koperasi ini turut memasok telur ayam ras untuk Indonesia Timur. 

Kabupaten Blitar memproduksi sekitar 8 persen dari total produksi telur ayam ras di Jawa Timur. Sementara itu, Provinsi Jawa Timur merupakan produsen telur ayam ras terbesar nasional. Persentasenya mencapai 28,7 produksi nasional, diikuti Provinsi Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Pada minggu pertama Februari 2025, harga telur ayam ras di tingkat konsumen di Blitar mencapai Rp26.000/kg. Harga tersebut lebih rendah dari harga acuan untuk telur ayam ras yang sebesar Rp30.000/kg.