Direktur Utama Easycash, Nucky P. Djatmiko (kanan), menyerahkan plakat kepada Partnership Manager BenihBaik.com, Farhan Frastiyan (kiri), sebagai simbol kolaborasi antara Easycash, BenihBaik.com, dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam Gerakan Anak Sehat Indonesia pada 23 Oktober 2024 di Posyandu Mawar Merah 2, Jakarta Timur,.

 

JAKARTA – PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) berpartisipasi dalam Gerakan Anak Sehat Indonesia yang sebelumnya telah diinisiasi oleh BenihBaik.com dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 

Program ini berfokus pada penyediaan intervensi gizi langsung untuk anak-anak balita di daerah yang memiliki prevalensi stunting tinggi.

Selain menyediakan paket makanan tambahan yang kaya akan protein hewani, program ini juga dilengkapi dengan edukasi gizi bagi para orang tua.

Direktur Utama Easycash, Nucky P. Djatmiko, menyampaikan, Easycash sebagai platform pinjaman daring yang berizin dan diawasi OJK, pihaknya merasa bangga dapat turut bekerja sama dalam program Gerakan Anak Sehat Indonesia bersama BenihBaik.com dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 

“Partisipasi dalam program ini menjadi bukti nyata dukungan kami terhadap target pemerintah menurunkan angka stunting pada tahun 2024,” ujarnya.

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dapat menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak-anak. Menurut data dari Kementerian Kesehatan, masih ada lebih dari 260 ribu balita di Indonesia yang berada dalam kondisi rawan stunting, terutama di 10 provinsi yang mencatat angka tertinggi. 

Angka ini menunjukkan kemungkinan timbulnya risiko jangka panjang seperti rendahnya produktivitas di masa dewasa, keterlambatan perkembangan kognitif, serta meningkatnya risiko penyakit.

Oleh karena itu, Program Gerakan Anak Sehat Indonesia hadir sebagai upaya strategis untuk memberikan intervensi gizi dan mengedukasi orang tua mengenai pentingnya nutrisi. Sehingga setiap anak dapat memiliki awal kehidupan yang sehat dan berkualitas.

Partnership Manager BenihBaik.com, Farhan Frastiyan, menyampaikan, “Dalam pelaksanaan program ini, puskesmas dan kader kesehatan setempat berperan penting dalam mendistribusikan bantuan secara tepat sasaran,” ujarnya. (rls)